| Senin, 31 Januari 2005 | KEDU & DIY |
Janji Bupati Terus Diingat PedagangWONOSOBO - Menjelang berakhirnya renovasi Pasar Induk Wonosobo, para pedagang korban kebakaran pasar terbesar di kota pegunungan itu menyatakan tetap memegang janji Bupati. Pernyataan Bupati Drs H Trimawan Nugrohadi yang dilontarkan di berbagai kesempatan, yang dianggap sebagai janji Bupati adalah soal pemberian bantuan kepada pedagang korban kebakaran pasar dan penempatan kembali ke lokasi pasar induk secara gratis. Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPPIW) Ir Abud Baasyir yang didampingi pengurus kepada Suara Merdeka, kemarin mengatakan, dalam berbagai kesempatan Bupati Trimawan menjanjikan tidak akan menarik sepeser pun pedagang korban kebakaran. Pedagang bisa masuk lagi ke pasar induk secara gratis. ''Janji ini yang kami ingat terus,'' tuturnya. Selain itu, lanjut Ir Abud, sampai sekarang para pedagang juga menunggu realisasi bantuan modal yang dijanjikan Pemkab. Bantuan yang sudah tersalurkan adalah beras untuk pedagang. Terkait dengan renovasi yang hampir selesai, PPPIW mengusulkan agar secepatnya dibentuk tim terpadu penanganan dan penempatan pedagang pasar induk. Tim terpadu itu harus kuat dengan melibatkan berbagai unsur terkait meliputi pemerintah, wakil pedagang, dan sebagainya. Diharapkan tim tersebut belajar dari pengalaman, khususnya peristiwa kebakaran pasar yang terjadi beberapa kali. Abud juga meminta perhatian terhadap pengamanan pasar induk pada masa yang akan datang. Pengamanan itu menyangkut penjagaan dari tindak kriminal (pencurian, pencopetan, dan sejenisnya) dan sistem pengamanan dari risiko kebakaran. Jaringan kabel listrik harus benar-benar ditangani serius dan memenuhi standar keamanan. Profesional Soal penataan pedagang setelah renovasi pasar, pengurus PPPIW meminta agar ditangani secara profesional. Karena itu, PPPIW berharap kinerja para petugas Dinas Pengelola Pasar Wonosobo terus ditingkatkan. Keterangan lain yang dihimpun menyebutkan, renovasi pasar induk Wonosobo membutuhkan biaya sedikitnya Rp 42,8 miliar. Direncanakan pasar di pusat Kota Wonosobo itu bisa difungsikan kembali pada pertengahan 2005. Saat ini ribuan pedagang korban kebakaran pasar berjualan secara darurat di sejumlah ruas jalan di kota tersebut. Pasar Induk Wonosobo tercatat tiga kali terbakar. Kali pertama terbakar pada 30 September 1994, kedua pada 11 Maret 2004, dan ketiga pada 9 Juli 2004. Kerugian akibat kebakaran beruntun pada 2004 Rp 100 miliar lebih. Pasar induk tersebut menampung 4.288 pedagang. (P55-76e) |