logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 KEDU & DIY
Line

Puluhan Mahasiswa Datangi DPRD

  • Menyoroti Penyimpangan Proyek Besar

WONOSOBO- Puluhan mahasiswa Universitas Sains Alquran (Unsiq) Jateng di Wonosobo yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penyelamat Wonosobo (AMPW), beramai-ramai mendatangi gedung DPRD, Sabtu (29/1). Dengan mengusung boneka mayat "koruptor", mereka menyoroti sejumlah proyek besar yang ada di daerah pegunungan tersebut.

Pengunjuk rasa di halaman gedung DPRD melakukan orasi dan menyoroti berbagai kebijakan yang ditengarai menyimpang. Karena itu, AMPW mendesak agar DPRD Wonosobo segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menangani masalah pembangunan RSUD, jalan lingkar utara, dan proyek pengadaan buku paket. Rombongan AMPW diterima dua orang Wakil Ketua DPRD, yaitu H Supomo Ibnu Sahid SSos dan HM Khafidz SSos.

Sejumlah poster dan spanduk yang dibentangkan mereka antara lain "Orang miskin dilarang sakit", "Anak miskin dilarang sekolah", "Buku palsu diberikan", "Kuangkat kau menjadi manusia setengah setan", serta poster bernada kecaman dan kritikan pedas terhadap kebijakan yang dijalankan di daerah.

Aktivis AMPW, Sumali dalam pertemuan dengan Wakil Ketua DPRD mempertanyakan tentang penanganan proyek pembangunan RSUD Wonosobo dan pembangunan jalan lingkar utara, yang disebut-sebut masih dalam penyidikan Polda Jateng.

Penanganan dua kasus proyek pembangunan yang menyerap dana puluhan miliar rupiah itu, sampai kini belum diketahui hasilnya.

Sumali juga mempertanyakan mengenai pengadaan buku paket untuk pelajar Rp 22 miliar. Buku paket yang disebutnya tidak karuan dan tidak sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi itu, harus dilakukan pengkajian secara seksama.

Karena itu, AMPW menyatakan siap untuk dilibatkan dalam pengkajian buku paket tersebut.

Soal sisa pembayaran buku paket Rp 8 miliar, AMPW minta agar pembayaran tersebut untuk sementara ditangguhkan dahulu. Jangan dilunasi pada APBD 2005.

Menghargai

Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Syaiful Anwar pada kesempatan itu mempertanyakan yang sudah dilakukan oleh DPRD, mengenai penanganan berbagai permasalahan. Khususnya yang menyangkut proyek pembangunan RSUD, jalan lingkar, dan pengadaan buku paket.

Menanggapi tuntutan AMPW, Wakil Ketua DPRD H Supomo Ibnu Sahid SSos (FPG) mengatakan, pihaknya menghargai niat baik para mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya ke Dewan.

Berkait dengan aspirasi itu, kata H Supomo, sebenarnya sekarang ini beberapa fraksi di DPRD juga sedang membahas hal-hal tersebut.

Maka aspirasi para mahasiswa itu akan ditindaklanjuti sesuai dengan bidangnya. Wakil Ketua Dewan HM Khafidz SSos (FKB) minta agar aspirasi AMPW diberikan secara tertulis dan rinci. Hal itu bisa diajukan bahan referensi pembahasan di DPRD.(P55-76s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA