logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 EKONOMI
Line

Harga Emas Terus Tertekan

SEMARANG-Harga emas terus tertekan dua pekan terakhir. Sejak pertengahan Januari lalu logam mulia itu diperdagangkan stabil di kisaran Rp 124.150/gram.

Harga itu lebih rendah dari awal bulan ini yang tercatat Rp 126.500/gram dan pekan terakhir Desember 2004 yang mencapai Rp 131.500/gram.

''Kalaupun naik atau turun, maka nilainya kecil sehingga harga masih di kisaran Rp 124.000 tiap gram. Tidak ada kenaikan berarti sebagaimana sebelum Natal lalu,'' ungkap Bambang Yuwono, Ketua Asosiasi Pedagang Emas dan Permata (Apepi) Semarang kepada Suara Merdeka, kemarin.

Harga emas yang rendah itu, lanjut dia, diakibatkan oleh nilai loko (emas dunia) yang belum berubah, yakni sekitar 425 dolar AS/troy ounce. Sebaliknya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru cenderung menguat di level Rp 9.147.

''Kedua faktor itu sangat menentukan harga emas lokal. Kalau nilai dolar AS turun sedangkan emas dunia naik, maka harga emas lokal masih bisa dipertahankan stabil,'' ujarnya.

Penurunan harga yang tergolong besar, lanjut dia, terjadi beberapa hari setelah Natal. Saat itu nominal penurunan mencapai Rp 5.000/gram.

''Tapi penurunan itu tidak berpengaruh pada transaksi penjualan karena daya beli masyarakat masih rendah,'' jelasnya.

Namun kondisi itu tidak terlihat pada segmen konsumen menengah ke atas. Menjelang Tahun Baru China atau Imlek transaksi pembelian mereka meningkat hingga 20%.

''Selain bersamaan dengan Imlek, sebagian masyarakat mengadakan hajatan. Pada bulan besar memang banyak yang menikah, tetapi secara keseluruhan pengaruhnya sangat kecil pada omzet penjualan,'' imbuhnya.

Ia menyebutkan model perhiasan dalam gram ringan atau kurang dari 10 gram saat ini masih banyak peminatnya.

Kebanyakan pembeli lebih menyukai emas kuning dibandingkan dengan emas putih kendati yang terakhir itu mulai menjamur di kota-kota besar dunia.

Dari segi desain, kata Bambang Yuwono, tren perhiasan emas pada saat ini mengacu pada kesan simpel yang miskin ornamen.

''Paling-paling ada tambahan sedikit modifikasi dengan mata berlian kecil,'' katanya. (rei-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA