| Senin, 31 Januari 2005 | EKONOMI |
Tahun Ini Allianz Fokus ke Sektor UKMSEMARANG-Tahun ini PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Cabang Semarang memfokuskan pada pengembangan bisnis asuransi untuk usaha kecil menengah (UKM). Dari sektor itu ditargetkan perolehan premi Rp 3,65 miliar. Wismar Nainggolan, Kepala Cabang Semarang mengemukakan fokus ke UKM itu dilakukan untuk melengkapi keberhasilan yang telah dicapai dalam pengembangan bisnis asuransi korporasi dan periorangan (ritel) pada tahun-tahun lalu. ''UKM telah terbukti jasanya dalam menjaga roda perekonomian Indonesia pada saat krisis ekonomi. Kini kami masuk segmen itu untuk memberikan paket perlindungan yang sesuai dengan risiko-risiko ada agar mereka dapat berkembang lebih pesat,'' ungkapnya di sela-sela customer gathering di Patra Semarang Hotel&Convention, Sabtu lalu. Ia yakin akan mampu menggarap asuransi UKM mengingat di Jateng dan DIY jumlahnya sangat banyak dan beragam. ''Kami melihat prospek ke depan pengembangan usaha berskala kecil menengah cukup menjanjikan,'' tegasnya. Cabang Semarang, lanjut dia, tahun ini ditargetkan pendapatan premi bruto atau Gross Written Premium (GWP)-nya mencapai Rp 25,25 miliar. Dari jumlah itu portofolio bisnis terbesar diharapkan dari ritel, yakni Rp 13 miliar atau 51.49%. ''Sektor bisnis korporasi ditargetkan Rp 8,6 miliar atau 34% dan dari UKM tahun ini Rp 3,65 miliar atau 14.51%,'' ujarnya. Pada tahun-tahun mendatang, kata dia, pendapatan premi dari segmen UKM diharapkan bisa menyamai bisnis ritel. Selain merupakan pangsa pasar yang besar, segmen tersebut dinilai menarik. ''Dalam menjalankan usaha para pemilik UKM dihadapkan pada risiko-risiko sebagaimana usaha berskala besar. Di sisi lain, kemampuan daya beli dan perilaku mereka sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan perorangan atau ritel,'' tambahnya. Dengan premi kompetitif dan proses layanan yang lebih simpel, tutur dia, para pelaku UKM mendapat perlindungan asuransi yang akan ikut menjaga kelangsungan usaha mereka. Perusahaan asuransinya memberikan paket perlindungan bagi UKM antara lain untuk usaha kantor, toko, wartel, warnet, salon, serta cuci-cetak foto. ''Nilai pertanggungannya sampai Rp 9,2 miliar,'' jelasnya. Meski fokus ke UKM, tidak berarti mengabaikan layanan asuransi ritel dan korporasi yang telah lebih dulu dijalankan. (G2-53) |