logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 EKONOMI
Line

Jateng Ventura Salurkan Pembiayaan Rp 40 M

SEMARANG-PT Sarana Jateng Ventura tahun ini akan menyalurkan dana pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah di Jateng senilai Rp 40 miliar. Tahun lalu realisasi penyaluran pembiayaannya sekitar Rp 39 miliar.

Wahyono, direktur utama perusahaan itu mengemukakan dana Rp 39 miliar tersebut tahun lalu disalurkan untuk pembiayaan 450 usaha kecil menengah dan 5.000 usaha mikro.

''Kami berharap tahun ini lebih banyak lagi usaha kecil menengah dan mikro yang mendapat pembiayaan,'' tuturnya di sela-sela lokakarya terapan studi kelayakan bisnis dan kewirausahaan STIE Anindyaguna di aula Kantor Dipenda, kemarin.

Model penyaluran pembiayaan itu, lanjut dia, berbentuk bagi hasil usaha. Pembayaran angsuran berdasarkan kesepakatan awal antara pemberi dana dan pengguna atau nasabah.

''Prinsip penyaluran pembiayaan kami memang mirip dengan yang dilakukan perbankan syariah,'' ujarnya.

Persyaratan utama agar bisa mendapatkan pembiayaan, kata dia, adalah sektor usaha kecil menengah dan mikro yang produktif. Dengan demikian dana yang dikeluarkan untuk pengembangan usaha harus benar-benar tepat sasaran.

''Sebelum menggandeng mitra usaha kami melakukan survei kelayakan usahanya. Soal jaminan bukan hal utama, yang penting usahanya produktif,'' tegasnya.

Jumlah pembiayaan yang macet, ujar dia, kecil karena berkisar 2% dari total yang disalurkan. Jumlah itu akan terus ditekan. Salah satu caranya adalah melakukan pendampingan secara intens kepada mitra kerja sama.

Untuk memperkuat fungsi pendampingan, pihaknya membuka jaringan pada 22 kabupaten dan kota di Jateng. Fungsi pendampingan pada perusahaan modal ventura merupakan program yang tidak bisa dilepaskan atas pembiayaan, khususnya pola bagi hasil.

Sektor usaha kecil menengah dan mikro yang sudah dibiayai oleh perusahaannya dari perdagangan hingga industri kerajinan dengan besaran Rp 50 juta hingga Rp 5 miliar.

''Para pendamping atau fasilitator kami mampu mengubah paradigma para pelaku usaha dalam mengelola pinjaman atau pembiayaan dari suatu lembaga keuangan,'' jelasnya.

Menurut dia, tidak semua pelaku usaha kecil menengah dan mikro memerlukan program pendampingan. Namun melihat kondisinya pada saat ini dan tantangan globalisasi serta perubahan situasi ekonomi program itu masih sangat diperlukan.

"Kualitas pendamping untuk menghasilkan kondisi itulah yang menjadi dambaan kami dan serta pengusaha mikro, kecil, dan menengah.'' (G2-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA