logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 BANYUMAS
Line

''Tak Bawa Uang, tetapi Penyakit''

BULAN madu baru saja usai. Dasitun pun tertuntut memberikan nafkah kepada sang istri. Mengandalkan orang tua yang secara ekonomi tergolong kurang mampu sungguh tak mungkin.

Di tengah kebimbangan, lelaki warga RT 5 RW 2 Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, itu ditawari Warsitun bekerja di perusahaan penebangan kayu di Kalimantan. Sebagai pengantin baru, agak berat bagi dia meninggalkan sang istri. Namun karena butuh uang dan melihat keberhasilan Warsitun yang setahun lalu cukup sukses setelah bekerja di perusahaan penebangan kayu di Riau, dia mengiiyakan tawaran.

Seko, adik Warsitun yang baru berusia 17 tahun, pun tertarik berangkat menjadi buruh tebang di tengah hutan. Seko, yang hanya sekolah hingga kelas IV SD, sebagaimana dituturkan kakaknya, Darsem, sudah kerja serabutan. Dia bekerja di toko mebel, menjadi kernet, atau tukang batu.

Seusai lebaran 2004, pada 23 November 2004, Warsitun dan sejumlah pemuda Tamansari dan belasan dari beberapa desa di Kabupaten Banyumas berangkat ke Kalimantan. Setelah bekerja beberapa pekan, meski berat mereka bertahan. Namun upah ternyata tidak sebanding dengan beban berat mereka. Sekitar 300 orang buruh itu pun gelisah. Keganasan hutan pedalaman Kalimantan membuat mereka, yang hampir semua dari Pulau Jawa, berjatuhan sakit.

Karena tak betah para buruh kabur. Atas bantuan polisi para buruh tebang kayu dipulangkan dengan kapal ke Surabaya. Setelah dirawat di rumah sakit, meski belum pulih benar, dia pulang. Karena, jika terlalu lama khawatir tak bisa membayar biaya di rumah sakit.

Harapan mereka meraup uang kandas. Diduga saat berangkat pun tak melalui prosedur resmi. Itu diakui Dasitun. Teman-temannya seperti Slamet, Sukir, Kasran (dari Lenggareng), Warso dan Anto (Pageraji), serta Indra dan Kasim (Jipang) pun pulang dengan tangan hampa. ''Saya tak membawa uang, tetapi penyakit,'' tutur Dasitun. (Sigit Oediarto-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA