logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 BANYUMAS
Line

Idap Malaria, Para Buruh Kabur dari Hutan Kalimantan

PURWOKERTO - Enam warga Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, diperkirakan mengidap malaria. Penyakit dengan gejala panas dingin dan tubuh menggigil itu diduga mereka bawa dari tempat kerja sebagai buruh tebang kayu di kawasan hutan Kalimantan Timur.

Mereka tiba di desa, Kamis (13/1) dini hari. Tiba di rumah kesehatan keenam warga Tamansari itu, yakni Dasitun (30), Daryoto (30), Budi Pranoto alias Tarman (30), Warsitun (30) dan adiknya Seko (17) serta Nidin (30), menurun.

Keluarga para buruh itu tak mampu. Karena itu mereka tak segera dibawa berobat ke puskesmas atau rumah sakit. Setelah beberapa hari di rumah tanpa perawatan memadai, Nidin yang cukup parah akhirnya meninggal dunia Kamis (27/1).

Dasitun mengalami panas-dingin, pusing, dan terus menggigil. Keluarganya, Minggu (23/1), membawa dia ke Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto. Namun, Kamis (27/1), mereka membwa pulang Dasitun karena sudah membaik.

Kemarin, Dasitun didampingi istri dan kedua orang tuanya sudah bisa diajak bicara, meski masih agak lemas. Dia beruntung karena orang tuanya yang menjadi perajin gula kelapa cukup tanggap dan membawanya ke rumah sakit.

Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Margono Soekarjo, Dokter Daliman SpOG, Jumat (28/1), menyatakan di rumah sakitnya hanya ada satu pasien asal Tamansari yang dirawat karena diduga menderita malaria sepulang dari Kalimantan. Pasien itu adalah Dasitun, yang sudah pulang. ''Berdasar pemeriksaan darah Dasitun di laboratorium, malarianya masih negatif. Namun dia ada gejala tifus.''

Sementara itu, Warsitun dan Seko saat ini masih lemah. Seko baru dibawa ke Puskesmas Karanglewas, Kamis (27/1). Sabtu (29/1) dia hanya bisa duduk di atas kursi panjang di rumah yang berlantai tanah dan berdinding gedek.

Wajahnya sangat pucat dan badannya kurus. Diajak bicara pun masih sulit. ''Sekarang rasanya lemas. Sebelum ke puskesmas badan panas dingin dan sering menggigil,'' tuturnya lirih.

Sang kakak, Darsem, tenaga paramedis Puskesmas Karanglewas menyatakan Seko terkena gejala malaria. Senin (31/1) ini sampel darahnya diambil untuk memastikan positif menderita malaria atau tidak. Penderita yang mengalami gejala sama, Daryoto yang se-RT dengan Seko, juga hanya berobat ke puskesmas.

Adapun sang kakak, Warsitun, lebih parah. Saat berangkat badannya kekar, tetapi sepulang dari Kalimantan, Kamis (13/1), makin hari kian kurus dan pucat, sering menggigil, napas sesak. Warsitun tak serumah dengan Darsem. Dia tinggal di rumah sang istri di Dusun Lenggerang, Desa Kartanggude, Kecamatan Karanglewas.

Dasitun menuturkan saat pulang dari Kalimantan, sebagian besar para buruh tebang kayu di hutan sudah sakit. Mereka tak hanya dari Tamansari. Bahkan seorang asal Desa Jipang, Kecamatan Karanglewas, bernama Wartim, meninggal di Balikpapan saat hendak kembali ke desa. Jenazahnya dimakamkan di Balikpapan.

Dasitun menyatakan bersama buruh tebang lain pulang ke desa karena kondisi lingkungan sangat berat. Upah sebagai buruh tebang tak sebanding dengan beban berat pekerjaan. Perusahaan tak bersedia menaikkan upah, meski hasil penebangan kayu sangat besar.

''Banyak teman sakit malaria. Satu kamp berisi 12 orang, bisa sekaligus 10 orang sakit,'' tuturnya.

Perusahaan kayu itu berada di tengah hutan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajen Pasir Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Dari tempatnya bekerja, jarak terdekat ke jalan tepi jalan di kota 70 km. Buruh tebang 300 orang. ''Dari Banyumas ada 17 orang yang akhirnya kabur karena tak tahan.''

Teman-temannya dari Banyumas tak hanya dari Desa Tamansari, tetapi juga Jipang (Kecamatan Karanglewas), Pageraji (Cilongok), Dusun Langgerang, Karanggude, dan desa-desa lain. Bahkan dari luar Kabupaten Banyumas pun juga, seperti Kroya, Cilacap, dan Gombong, Kabupaten Kebumen. (G23-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA