| Senin, 31 Januari 2005 | BANYUMAS |
''Tak Zamannya Lagi Jatah-jatahan''KETUA DPRD Suherman menyatakan jatah khusus untuk ''orang dalam'' dalam pengadaan angkutan kota, pedesaan, dan taksi harus dihilangkan. Semua usul pengadaan dan penambahan armada harus diserahkan ke anggota dan pengurus. ''Sejak sekarang tak ada lagi jatah-jatahan bagi orang dalam. Budaya itu harus dihapus. Semua untuk kepentingan anggota,'' tegas Suherman, saat memimpin dialog anggota Kopata dan pengurus yang berselisih paham soal penambahan angkutan baru. Dalam alam demokrasi, kata dia, semua masalah pasti terungkap. Anggota koperasi mempunyai hak sama dalam mengemukakan pendapat dan keinginan. Dia menyatakan heran saat mendapat laporan dari anggota Kopata yang menyatakan soal penjatahan. Dalam penambahan 40 unit, 14 unit direncanakan sebagai jatah ''orang dalam''. Namun pemberian jatah khusus dibantah Kepala Bagian Perekonomian Rofik Widadi. Dia menyatakan semua proses diserahkan ke pengurus dan anggota Kopata. (Agus Wahyudi-86) |