| Senin, 31 Januari 2005 | BANYUMAS |
Lahan 500 Ha di Pengadegan untuk Penanaman DurianPURBALINGGA- Keinginan menjadikan Kecamatan Pengadegan sebagai pusat produksi durian terus dilakukan. Aparat kecamatan berupaya melakukan berbagai langkah untuk mewujudkan cita-cita itu. Apalagi kecamatan itu memenangi lomba durian tingkat kabupaten dalam rangka hari jadi ke-174, 22 Desember 2004. Karena menjadi juara Pengadegan mendapat bantuan 750 bibit durian. Bibit itu sekarang sudah ditanam di sepanjang jalan desa. Sebelum penanaman, setiap warga mendapat dua bibit. Mereka mendapat pengarahan teknis dari petugas penyuluh lapangan mengenai penanaman durian. Camat Pengadegan Kisno Wiyandono SE menyatakan selain menanam bibit durian bantuan dari Bupati juga menanam 148 bibit durian di 74 RT di Desa Pasunggingan dan Pengadegan dengan dana dari usaha ekonomi produktif kecamatan. Di Larangan juga ditanami 564 bibit durian dengan dana dari penambahan areal tanam. ''Mengingat Pengadegan sangat potensial untuk penanaman durian, kami mengusulkan bantuan bibit durian lagi dari pemerintah. Kami menyiapkan lahan 500 ha untuk penanaman bibit durian,'' kata Kisno, kemarin. Dia menyatakan di atas lahan itu bibit durian akan ditanam secara tumpang sari. Semua perawatan diserahkan ke warga dan kecamatan, seperti mengganti tanaman mati dan menyirami tanaman saat musim kemarau. Keinginan menjadikan Pengadegan pusat durian mendapat dukungan positif warga. ''Kami selama ini mewajibkan calon pengantin membawa atau menanam durian di pekarangan. Persyaratan itu tetap dipenuhi hingga sekarang. Karena itu wajar lomba durian dimenangi Pengadegan,'' katanya. Dalam lomba buah yang diikuti 18 kecamatan itu, durian milik Samsudi, warga Desa Tetel, Kecamatan Pengadegan, menjadi juara I. Juara II Karta, warga Pelumutan, Kecamatan Kemangkon. Penilaian meliputi ukuran, bentuk, ketebalan dan warna kulit, warna dan ketebalam daging buah, serta rasa.(F10-86) |