logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 BANYUMAS
Line

Pemasangan Instalasi Listrik Dinilai Mahal

CILACAP- Masyarakat mengeluh karena pemasangan instalasi listrik mahal. Mereka menilai biaya itu lebih mahal ketimbang di Purwokerto dan Ciamis, Jawa Barat. Sebagian warga masyarakat mengadukan permasalahan itu ke DPRD melalui Ketua DPRD H Fran Lukman. Fran meneruskan pengaduan itu ke Komisi C agar ditindaklanjuti.

Sekretaris Komisi C Kamaluddin, Sabtu (29/1), menyatakan telah menerima pengaduan mengenai pemasangan instalasi listrik yang mahal. Biaya pemasangan instalasi rumah berdaya 450 Watt Rp 1,5 juta, sedangkan biaya pemasangan instalasi berdaya 900 Watt Rp 1,7 juta.

Padahal, di Ciamis yang berbatasan dengan Cilacap biaya pemasangan instalasi berdaya 450 Watt hanya Rp 750.000 dan 900 Watt Rp 900.000. ''Biaya pemasangan instalasi listrik di Purwokerto lebih murah lagi. Sebab, biaya paket instalasi yang ditentukan Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Purwokerto sekitar Rp 375.000,'' katanya.

Kamaluddin menuturkan biaya pemasangan instalasi listrik di Cilacap cukup tinggi. Karena, masyarakat pemasang dibebani biaya paket instalasi yang disediakan kontraktor atau biro teknik listrik yang memasang. Biaya paket instalasi itu Rp 750.000.

Di wilayah Jawa Barat, masyarakat pemasang tak dibebani biaya paket instalasi. Mereka bebas membeli instalasi. Jadi tidak diharuskan membeli instalasi yang disediakan biro teknik listrik yang memasang.

Untuk menuntaskan permasalahan itu, kata dia, DPRD akan mengadakan rapat dengar pendapat dengan seluruh biro teknik listrik, pengurus AKLI, dan PT PLN. Menurut rencana, rapat diagendakan Februari. Namun hari dan tanggal belum ditentukan karena harus disesuaikan dengan agenda kegiatan bulanan lebih dulu.

''Setiap komisi kan sudah menyusun agenda kegiatan mingguan, bulanan, dan tahunan. Jadi ketika kami harus mengadakan kegiatan rapat di luar agenda kegiatan yang disusun harus menyesuaikan dulu waktunya. Yang jelas, dengar pendapat mengenai tarif pemasangan instalasi listrik sudah kami agendakan Februari,'' kata Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) itu.(ag-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA