logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 30 Januari 2005 SEMARANG
Line

Rahmulyo Mundur dari Ketua KPU Kota

  • Sebelumnya Berurusan dengan KPU Jateng

SEMARANG- Ketua KPU Kota Semarang Rahmulyo Adiwibowo SH mengundurkan diri dari jabatan ketua, Jumat (28/1) lalu. Pengunduran yang berkesan mendadak itu disampaikan dalam rapat pleno rutin yang digelar KPU Kota.

Diduga kuat pengunduran diri tersebut dilakukan setelah KPU Kota menerima peringatan keras dari KPU Provinsi Jateng, baru-baru ini.

Setelah Rahmulyo mundur, jabatan ketua dipegang Hakim Junaidi. Dia dipilih secara aklamasi oleh kelima anggota KPU Kota Semarang. Meski salah satu penyebab pengunduran diri Rahmulyo diduga kuat karena sebelumnya KPU Kota menerima teguran keras dari KPU Provinsi, para anggota KPU menutup-nutupi persoalan tersebut.

Anggota KPU Kota Henry Wahyono menyatakan mundurnya Rahmulyo semata-mata untuk penyegaran.

''Mas Bowo sudah merasa capai menjadi ketua,'' katanya. Sebelumnya, Rahmulyo menyampaikan permintaan mundur tiga kali. Permintaan kemarin, yang akhirnya dipenuhi para anggota KPU, merupakan pengajuan yang keempat.

Permintaan pertama diajukan setelah pemilu legislatif, lalu setelah pilpres putaran kedua, dan awal Januari lalu. ''Sekarang yang keempat diajukan lagi dan kami tidak bisa mencegahnya,'' kata dia.

Ketua KPU yang baru, Hakim Junaidi juga menyatakan hal yang sama. Pergantian itu tidak mendadak karena sudah melalui tahapan internal di KPU. Berita acara pergantian ketua KPU itu sudah dibuat, yang selanjutnya akan dikirimkan ke KPU Provinsi dan KPU Pusat.

Rahmulyo ketika dihubungi secara terpisah juga mengaku pergantian itu semata-mata untuk penyegaran. ''Pengin bagi-bagi pengalaman menjadi ketua.''

Dipanggil KPU Provinsi

Sementara itu, dari berbagai sumber yang dihimpun Suara Merdeka, sebelum pengunduran diri itu, KPU Provinsi memberikan teguran keras kepada para anggota KPU Kota Semarang.

Celakanya, saat KPU Provinsi memanggil dan memberikan teguran itu, dua anggota KPU Kota tidak datang, yakni Ketua KPU Kota Rahmulyo Adiwibowo dan anggota Iva AA Sriwulansari. Keduanya tidak datang dengan alasan masing-masing. Rahmulyo ke Jakarta dan Iva sedang sakit. Yang datang menghadap KPU Provinsi waktu itu Nurul Akhmad, Hakim Junaidi, dan Henry Wahyono.

Anggota KPU Provinsi Jateng Slamet Sudjono SH MH, Sabtu (29/1), ketika dimintai konfirmasi tentang pemanggilan para anggota KPU Kota tersebut membenarkannya. Namun dia menegaskan pemanggilan itu tidak terkait pergantian Ketua KPU Kota Semarang.

Dia menjelaskan, pemanggilan itu untuk mengklarifikasi langkah KPU Kota yang menjadi fasilitator audiensi 17 KPU kabupaten/kota di Jateng yang akan menyelenggarakan pilkada kepada Gubernur Jateng.

Dalam pemanggilan itu, KPU Provinsi ingin memberikan klarifikasi bahwa level koordinasi Gubernur adalah KPU Provinsi. Sementara, selama ini KPU Provinsi menjadi koordinator bagi KPU kabupaten/kota di Jateng.

''Dari rencana audensi itu, kalau tiba-tiba Gubernur menerima surat, sementara KPU Provinsi nggak ngerti, lantas bila Gubernur tanya ke kami menanyakan langkah anak buahnya itu bagaimana?'' kata Slamet.

Menurut KPU Provinsi, Gubernur belum tentu menerima audiensi itu kalau tidak ada permasalahan krusial yang harus ditangani, apalagi masalah itu bukan wilayah gubernur. Misalnya soal PPK dan PPS, cukup menjadi wilayah bupati/wali kota untuk menyelesaikan bersama KPU setempat.

Namun sekali lagi dia menjelaskan, pergantian ketua KPU tidak terkait dengan pemanggilan tersebut dan tidak perlu dipolitisasi.

KPU itu berbeda dari lembaga-lembaga lain, karena keanggotaan KPU itu sifatnya kolegial. Dia mencontohkan, ketua KPU itu seperti ketua kelas atau pemimpin rapat. (G17-89)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA