logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Januari 2005 SALA
Line

Pedagang OprokanTimbulkan Kemacetan

BOYOLALI - Kemunculan ratusan pedagang oprokan (tidak punya izin dasaran tetap), di ruas jalan kawasan pasar darurat atau Lapangan Sonokrido Sunggingan, Boyolali, menimbulkan kemacetan.

''Karena itu, pemerintah harus segera menata dan mendata agar tidak menimbulkan kesemrawutan,'' kata Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sunggingan (PPPS) Agus Suharto, kemarin.

Sejak pedagang menempati pasar darurat, lanjut Agus, pedagang oprokan bermunculan di ruas jalan. Bila mulai sekarang tidak ditata, dikhawatirkan setelah pembangunan Pasar Sunggingan selesai, mereka menempati Jalan Perkutut. Padahal pemerintah sudah berusaha menertibkan ruas jalan itu.

Agus mengakui tidak bisa mencegah kemunculan pedagang oprokan. Sebab mereka juga mencari penghasilan dan penghidupan. Sekarang yang mesti dilakukan adalah penertiban dan pendataan. Padahal, pihaknya tidak mempunyai kewenangan menertibkan pedagang oprokan. Itu menjadi kewenangan pemerintah.

Berdasarkan pengamatan, kemunculan pedagang oprokan di seputar pasar darurat memang menjadikan arus lalu lintas macet. Bahkan pada hari pasaran, suasana ruas jalan di sekitar pasar darurat itu tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Kalau nekat masuk, akan terjebak kemacetan.

Kepala Cabang Dinas Pasar Sunggingan FX Djoeasto SE saat dimintai konfirmasi mengatakan, kemunculan pedagang oprokan memang problema tersendiri. Sejauh ini pihaknya memang belum mengambil tindakan atau menertibkan. Namun setelah pembangunan Pasar Sunggingan selesai, penertiban akan dilakukan. Mereka akan ditata dan tidak diperbolehkan menempati ruas Jalan Perkutut.(shj-20i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA