| Jumat, 28 Januari 2005 | SALA |
Teknologi Tepat Guna Pompa Tanpa Alat MesinMEMOMPA air tanpa mesin? Ya. Teknologi itu sekarang tengah diujicobakan di dam irigasi Silondo Kecamatan Purantoro (sekitar 60 kilometer sebelah timur kota Wonogiri). Air yang tertampung di Bendung Silondo, dialirkan ke atas dengan mengandalkan sistem tekanan air itu sendiri, tanpa mesin pompa. Caranya ? Air yang tertampung di bendung dialirkan ke tujuh pipa berdiameter tiga dim. Di pucuk pipa-pipa itu dipasang tabung bejana verikal, lengkap dengan komponen klep dan per. Air yang masuk ke bejana, menimbulkan kekuatan mandiri untuk selanjutnya mengirimkan air itu ke pipa besar berdiamater enam dim, melalui kekuatan tekan. Jadilah kemudian sistem teknik pompa tanpa alat mesin (PTAM). Prinsip air yang mengalir, menekan, kemudian mendorong, akan menjadi energi yang mampu mengirimkan air di pipa besar dapat dikirim ke atas, mencapai ketinggian yang memiliki beda elevasi +52 meter dari permukaan air sungai Silondo. Yakni mencapai puncak bukit tertinggi tempat bak reservoar dibangun, atau berjarak sekitar 300 meter dari pengambilan air di dam Silondo. Untuk Kabupaten Wonogiri dan Jateng, penggunaan teknologi PTAM ini menjadi yang pertama kali. ''Namun di Indonesia, ini bukan yang pertama,'' jelas Madin, teknisi yang sekaligus merangkap jabatan mandor yang menggarap PTAM di dam Silondo. Sebab, lanjut dia, model PTAM telah diujicobakan di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta, Sulawesi, NTB, dan di Provinsi Bali. Prinsip teknologi PTAM yakni bagaimana menciptakan tekanan udara hidrotor dari air itu sendiri. Energi hidrotor itu lalu dipakai untuk mengirimkan air dari bawah ke atas. Penggarapan proyek PTAM Silondo telah dilakukan sejak sekitar tiga bulan lalu. Irigasi Camat Purwantoro, Waluyo SSos mengatakan, kemampuan teknologi PTAM ini akan memberikan manfaat pada masyarakat Desa Gondang Kecamatan Purwantoro. Air PTAM itu nanti dapat dipakai untuk irigasi atau untuk pemenuhan air minum. Namun kalau melihat kedekatan dengan perkampungan penduduk, ujar Waluyo, itu akan lebih efektif jika dimanfaatkan untuk air minum, meski harus ada proses penjernihan lebih dulu. Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi SH menyatakan, proyek dam Silondo I beserta kelengkapan PTAM itu sepenuhnya diserahkan sebagai bantuan hibah pribadi. Upacara penyerahan telah dilakukan bersama beberapa bantuan hibah lain, yakni wayang pengisi Museum Wayang Indonesia (MWI), pengelolaan air bersih sumur pompa dalam, dan bantuan seragam pramuka (SM, 27/1). Pembangunan proyek bendung irigasi Silondo, bernilai Rp 30 miliar dan tahap pertama telah digarap dengan anggaran Rp 19 miliar. ''Proyek yang dibangun bersama rekan saya KRT Drs Aryo Nagoro ini telanjur saya garap, tapi tidak ada yang mau mbayar atau mengganti dana. Karena itu, saya serahkan saja sebagai hibah,'' kata Bupati. Dia mengungkapkan, hak paten PTAM ini kini ada pada bupati. (Bambang Pur-20i) |