| Jumat, 28 Januari 2005 | SALA |
Harga Kios Belum Disepakati
KOTA - Pertemuan antara pedagang, Pemkot, dan calon investor pembangunan Pasar Nusukan Rabu (26/1) malam lalu yang membahas harga kios/los, belum mencapai kesepakatan. Pedagang masih menganggap harga yang ditawarkan calon investor jauh dari kemampuan mereka. Adapun investor masih mematok tawaran lama, yakni Rp 8 juta - Rp 9 juta/M2 untuk kios di dalam dan di lantai dua, sedadngkan Rp 10 juta - Rp 11 juta/M2 untuk kios di lantai bawah. Sementara itu untuk los, ditawarkan Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta tiap meter persegi. Pedagang khawatir, jika harga tetap terlalu tinggi, pedagang asli bakal tergusur oleh pemodal besar lantaran tak mampu menjangkau harga kios. "Masih belum ada perkembangan soal kesepakatan harga kios dan los di pasar baru. Kami menganggap harga itu jauh di atas kemampuan pedagang. Kalau seperti itu, pedagang asli tak mampu beli dan kalah dari pemodal besar," ujar Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Nusukan (Pappan), Aris Saputro, kemarin. Karena ada kekhawatiran tersebut, akhirnya pedagang dan investor membuat kesepakatan tersendiri mengenai penempatan. Mereka sepakat investor tidak diperkenanakan menjual kios dan los kepada orang luar selama masih ada pedagang yang belum memperoleh tempat di pasar baru. Endrisson, salah seorang pedagang mengungkapkan, pihaknya sangat senang pasar yang terbakar beberapa waktu lalu akan segera dibangun ulang. Apalagi pasar baru dilengkapi fasilitas yang kabarnya lebih baik dan lengkap dibanding pasar tradisional lain. Pilih Standar Namun jika hal itu justru membuat pedagang yang terkena musibah kebakaran tidak mampu membeli kios, mereka mengaku lebih memilih pasar yang berfasilitas standar saja. "Selama ini kami juga menempati pasar yang memilki sarana seadanya, toh tetap bisa berjualan," imbuhnya. Sebelumnya, Pemkot Surakarta menggelar sosialisasi rencana pembangunan Pasar Nusukan di hadapan para pedagang. Dalam pertemuan yang dihadiri puluhan perwakilan pedagang, tim teknis Pemkot serta investor dari PT Surya Cipta Sarana itu, belum menghasilkan keputusan masalah harga kios dan los baru yang ditawarkan pihak ketiga. Mereka juga mendesak Pemkot memberikan subsidi untuk pembangunan itu. (SM,14/1). Adapun mengenai berapa kemampuan maksimal pedagang, hingga kemarin mereka belum bisa menyebut angka pasti. Namun yang jelas, mayoritas pedagang tidak akan mampu seandainya harga yang ditawarkan separonya. Sebab harga yang ditawarkan investor, per meter persegi bukannya harga satuan los dan kios. Dia mencontohkan, jika pedagang memilki kios berukuran 3 X 4 meter atau 12M2, harga yang harus dibayar yakni Rp 120 juta. Harga itu tentunya sangat tak terjangkau, meskipun ditawarkan dengan sistem mencicil selama beberapa tahun. "Seandainya itu bisa dikredit selama lima tahun, angsurannya lebih dari Rp 1 juta per bulan. Padahal kami masih harus mengangsur pinjaman modal setelah pasar terbakar dan retribusi," kata pedagang lain, Iwan. (G18-17i) |