| Jumat, 28 Januari 2005 | PANTURA |
Ditemukan Sapi Kurban Mengandung CacingTEGAL- Penyembelihan kambing di Kota Tegal sulit dipantau, baik jumlah hewan yang dipotong maupun para petugas pemotongnya (jagal). Itu terjadi karena kambing umumnya dipotong di luar rumah pemotongan hewan (RPH). Keberadaan para tukang jagal kambing pun biasanya tidak terkontrol. Sebab mereka tak memiliki semacam sertifikat. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Ir Soekotjo MEd kemarin mengatakan, sementara ini petugas jagal yang memiliki sertifikat yang dikeluarkan dinas hanya empat orang. Itu pun khusus penyembelih sapi dan babi. ''Kalau tukang jagal kambing diharuskan bersertifikat, mungkin itu akan menimbulkan masalah,'' kelakarnya. Sebab, sambung dia, jumlah kambing yang sehari-hari dipotong cukup banyak. Apalagi, tempat pemotongan bisa di sembarang tempat di luar RPH. Itu karena Kota Tegal dikenal sebagai Kota Sate Kambing sehingga pemotongan kambing bisa terjadi sewaktu-waktu. Belum Terima Laporan Soal keluhan warga dan organisasi yang mengadakan penyembelihan kambing pada Idul Adha lalu, dia menyatakan belum menerima laporan. Meski demikian, dia mengaku hal itu bisa saja terjadi, apalagi saat itu terjadi booming pemotongan hewan. Namun, saat Idul Adha pihaknya telah menerjunkan staf untuk mengawasi kesehatan hewan kurban. Bahkan dalam pengawasan itu ditemukan seekor sapi di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, yang mengandung cacing hati. Namun setelah petugas memeriksa dan memastikan cacing itu tak berbahaya, daging hewan itu kemudian dibagikan kepada masyarakat. Kepala Kelurahan Tegalsari Drs Soeripto mengakui ada laporan tentang sapi yang mengandung cacing tersebut. Kasus itu diketahui setelah sapi disembelih untuk kurban di Masjid Baitul Hidayah, Kampung Terowongan. (aj-42i) |