| Jumat, 28 Januari 2005 | PANTURA |
Sukarelawan Banteng Alas Roban Pulang KandangBATANG - Setelah bertugas sekitar empat minggu di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), 12 relawan kader PDI-P kemarin berkumpul kembali dengan keluarganya. Rombongan yang terdiri atas dua mobil itu menempuh perjalanan darat sejak Jumat lalu. Begitu tiba di perbatasan wilayah Kota Pekalongan, mereka disambut Ketua Departemen Pemuda DPC Bramanti Gotama SH bersama kader-kader lain. Spanduk berisi ucapan selamat datang terlihat menyambut mereka. Selanjutnya, mereka menuju ke RSUD Kalisari untuk cek kesehatan dan laborat. Begitu turun dari mobil disambut Direktur RSUD dokter Hj Ratna Ismoyowati MARS, Sekretaris Badan RSUD Drs H Ripyono MSi, serta para dokter lain yang kemudian membawanya ke ruang pimpinan rumah sakit. Kelelahan tampak membayang di wajah sukarelawan yang dipimpin Sekretaris DPC Parwieto Ag itu. ''Kami tes kesehatan mulai dari fisik sampai laborat. Namun, selintas kondisi sukarelawan itu sangat tegar dan sehat,'' ujar dokter Ratna. Setelah itu, rombongan menuju ke kantor DPC. Di tempat itu sudah menunggu keluarga masing-masing. Bahkan, ada yang putra-putrinya sudah tak sabar lagi menunggu kedatangan mereka. ''Itu ayah datang, ma, ayo cepat temui ayah,'' rengak putri bungsu R Widi Permana, salah seorang sukarelawan. Di Aceh, Widi mendapat tugas sebagai juru kamera merangkap juru masak. Bramanti mengungkapkan, penyambutan itu tidak semata-mata karena mereka adalah kader PDI-P. Namun lebih dari itu, keberangkatan mereka ke Aceh semata-mata demi misi kemanusian. ''Kami sebagai warga Batang ikut bangga karena teman-teman ini telah membawa nama daerah. Mereka telah mengibarkan nama harus Batang di Aceh atas tugas-tugas kemanusiaannya,'' papar anggota Komisi A DPRD Batang itu. Parwieto yang dalam kondisi kelelahan tapi masih tampak tegar menekankan, apa yang dilakukan di Aceh semata-mata tugas kemanusian. Sebab, kondisi di lapangan benar-benar menyentuh perasaan. ''Bayangkan begitu kami tiba di Aceh, terlihat mayat-mayat berserakan di jalan dengan kondisi menyedihkan. Yang lain, tertindih rerentuhan bangunan. Namun, itu semua kami lakukan secara ikhlas demi anak bangsa,'' ungkap Parwieto. Selama di Aceh, 12 sukarelawan Banteng Alas Roban itu hidup mandiri. Mereka sehari-harinya tidur dan memasak di Kantor DPD PDI-P NAD. ''Semua keperluan dibiayai DPC. Namun, perjuangan kami murni untuk saudara-sadaura kita tanpa memandang politik dan misi kami adalah kemanusian.'' Sementara itu, Ketua DPC PDI-P Kabupaten Batang Bambang Bintoro SE dalam sambutannya menyatakan rasa simpati dan kebanggaanya lantaran mereka harus meninggalkan keluarga. ''Kader-kader PDI-P Batang telah melaksanakan tugas mulianya, meskipun dengan peralatan sederhana. Ini kebanggaan bagi kami dan masyarakat Batang karena tidak semua daerah mengirimkan sukarelawannya.''(ar-90j) |