logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Januari 2005 PANTURA
Line

PRT Kurang Diminati

  • Angkatan Kerja SLTA Paling Tinggi

BREBES - Dari 23.000 penganggur di Kabupaten Brebes, yang mencari kerja lewat Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi hanya 13,4% atau sekitar 3.082 orang.

Namun, dari jumlah tersebut paling banyak pencari kerja menggunakan ijazah SLTA, disusul pendidikan diploma (D1, D2, D3), sarjana, dan SLTP.

Para pencari kerja itu saat ini sebagian besar telah mengantongi kartu kuning, menunggu formasi atau lowongan kerja yang sesuai dengan bidangnya. ''Pencari kerja paling banyak saat ini didominasi lulusan SLTA 896 orang, disusul diploma 438 orang, sarjana 589 orang, dan SLTP 121 orang. Paling sedikit lulusan SD 38 orang,'' papar Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Tenaga Kerja, dan Trasmigrasi Drs G Rohastono Ajie, kemarin.

Tak Memiliki Keahlian

Rohastono mengemukakan, dari sekian banyak angkatan kerja yang mendaftar lewat instansinya, pada umumnya tidak memiliki keahlian sebagaimana kebutuhan sehingga mereka tidak bisa memperoleh kesempatan kerja. Jika ada formasi pun, terkadang mereka tidak mau dengan alasan formasi itu tidak sesuai dengan ijazah yang mereka miliki. Seperti kebutuhan kerja di Malaysia, yang umumnya membutuhkan pelaksana rumah tangga (PLRT) atau istilah gampangnya pembantu rumah tangga. Profesi itu kurang mendapat tempat dengan alasan gengsi dan tidak sesuai dengan ijazah yang mereka miliki.

''Masa saya lulusan SMA harus kerja jadi pembantu rumah tangga. Jika ada yang lebih baik, mungkin saya mau,'' ujar seorang pencari kerja, kemarin.

Beberapa pencari kerja yang sengaja datang meminta kartu kuning berharap dapat memperoleh lapangan kerja sesuai dengan ijazah yang mereka miliki. Bahkan, sebagian besar berharap dapat kerja di kantoran sebagai tenaga administrasi. ''Mungkin kalau kerja di kantor sebagai tenaga administrasi, saya mau,'' ujar Herman yang kemarin meminta dibuatkan kartu kuning.

Soal informasi pasar kerja juga dipersoalkan Rohastono karena makin mengecil. Perusahaan besar pada umumnya membuka kesempatan kerja sendiri tanpa memberitahu instansinya. Padahal jika mereka mau memanfaatkan, peluang ini bisa dimanfaatkan pencari kerja yang memiliki aneka ragam latar belakang pendidikan ataupun keahlian.

''Ya, memang ada juga yang memberitahu kami namun umumnya hal itu kurang diminati entah apa sebabnya,'' ujar dia.

Beberapa perusahaan yang membutuhkan tenaga pemasaran, lanjut Rohastono, terkadang juga meminta pencari kerja ke instansinya. Namun, tenaga kantor mereka biasanya mencukupi sendiri dari kenalan atau saudaranya sehingga pendaftar yang lewat instansinya tidak memperoleh kesempatan kerja. (wh-74j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA