| Jumat, 28 Januari 2005 | PANTURA |
Warga Minta Desa Pecalungan Tetap Dijadikan Ibu Kota KecamatanBATANG- Gedung DPRD Kabupaten Batang kemarin menjadi saksi pemimpin-pemimpin daerah itu dengan lapang dada menghargai rakyatnya, meskipun dituduh. Itu terjadi saat warga Desa Pecalungan, Kecamatan Subah, menyampaikan aspirasi. Mereka diterima Ketua Dewan Purwanto didampingi wakil ketua Saroji SE, serta anggota Komisi A. Selain itu juga Bupati Bambang Bintoro SE dan Wakil Bupati Drs H Achfa Mahfudz MSi. Kesatuan Aksi Reformasi Pecalungan (KAP) melalui suratnya yang ditandatangani Ketua Dasari dan Sekretaris Widodo BW mengirimkan surat kepada DPRD yang isinya mengajak masyarakat untuk berunjuk rasa besar-besaran menuntut ibu kota Pecalungan tetap diletakkan di Desa Pecalungan. Itu dilakukan karena Bupati dan DPRD menetapkan Desa Selokarto sebagai Ibu kota Kecamatan Pecalungan. Dalam surat itu disebutkan, oknum kabupaten dan aparat keamanan telah mengambil keuntungan pribadi. Pada waktu ditanya Purwanto, Widodo menyatakan, dia yang membuat surat itu diberitahu Dasari. Sementara itu, Dasari mendengar saat ada pertemuan kader. "Perlu saudara ketahui, hingga sekarang DPRD dan Bupati tidak pernah menetapkan Selokarto sebagai Kecamatan Pecalungan. Karena itu, kami minta dalam 2 x 24 jam Dasari dan Widodo harus mencabut kembali surat ini. Sebab isinya bertentangan dengan kenyataan bahkan menuduh. Perlu ketahui, surat ini ada implikasi hukum karena sudah menyangkut lembaga DPRD," ujar Purwanto. Bupati Bambang Bintoro SE menghargai aspirasi itu. Namun dia berharap semua itu hendaknya melalui etika dan buktiyang jelas. "Saya memahami kemauan anak-anakku warga Pecalungan. Saya tidak pernah menyebutkan Selokarto sebagai ibu kota Kecamatan Pecalungan. Saya jelaskan, Pecalungan beribu kota di Pecalungan," ujar dia yang disambut tepuk tangan warga Pecalungan. Sebelumnya, Dasari menuturkan, sudah menyampaikan permasalahan itu kepada kepala desa, tetapi tidak mendapat jawaban pasti. "Kades tidak dapat menyelesaikan." Bupati kemudian mempersilakan Kades Toemari untuk menjelaskan. Rapuan, tokoh masyarakat Pecalungan yang ikut dalam pertemuan itu mengatakan, apabila dalam penyampaian surat itu ternyata ada kekeliruan hendaknya dimaafkan. Mendengar pernyataan itu Bupati menjelaskan, masyarakat Pecalungan tidak perlu khawatir. Penyampaian apsirasi itu sah-sah saja, tetapi hendaknya disampaikan secara santun. (ar-90i) |