logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Januari 2005 PANTURA
Line

Swalayan Jaya Guna Bangkrut

BUMIAYU - Karena merugi terus-menerus selama hampir tiga tahun, Swalayan Jaya Guna di Jalan Diponegoro Bumiayu mulai Senin (24/1) dinyatakan bangkrut. Pemilik perusahaan, H Kamaludin, melalui Manajer Nurhayanto menyatakan pemberhentian hubungan kerja atas 82 karyawan swalayan tersebut. "Perusahaan kami tutup karena pemilik sudah tidak sanggup lagi menyubsidi perusahaan," ungkap Nurhayanto.

Dia mengemukakan, sejak buka kali pertama pada 2001 lalu, Swalayan Jaya Guna selalu disubsidi. "Biaya operasional lebih tinggi dibandingkan dengan pemasukan," ujar Nurhayanto tanpa memerinci lebih lanjut jumlah angka kerugian yang diderita.

Selain itu, swalayan tersebut juga menghadapi beberapa masalah manajemen seperti penyimpangan keuangan. Tercatat dua manajer pertama swalayan itu diberhentikan karena terkait dengan beberapa kasus. Meski demikian, kemajuan signifikan tidak kunjung tampak.

Kesepakatan

Menyangkut masalah PHK karyawan, Nurhayanto menyebutkan, pihak perusahaan sudah mengadakan kesepakatan dengan semua karyawan. Sebagai uang tali asih, setiap karyawan mendapat pesangon satu kali gaji. "Kami meminta pengertian mereka karena perusahaan sudah bangkrut dan tidak punya dana," katanya.

Dia mengungkapkan, meski telah di-PHK, para karyawan tetap akan diprioritaskan kembali untuk dipekerjakan. Menurut rencana, lima bulan mendatang pemilik perusahaan akan membuka swalayan di Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap.

Manajer Personalia Yoga Mulyono mengemukakan, kebangkrutan yang menimpa Swalayan Jaya Guna disebabkan oleh beberapa faktor. Selain masalah penyimpangan manajemen yang dilakukan dua manajer, usaha ini juga dianggap kurang mampu bersaing dengan swalayan lain di Kota Bumiayu. (on-74j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA