| Jumat, 28 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Pizzonia Tunggu Keputusan WilliamsLONDON- Dua pembalap Grand Prix F1, Nick Heidfeld dan Antonio Pizzonia, dengan tegang menanti keputusan siapa satu dari mereka yang akan berlaga untuk tim Williams-BMW musim ini setelah menuntaskan tes head-to-head terakhir di Spanyol, Rabu (26/1). Tim bermesin BMW itu meluncurkan mobil barunya di Valencia pada Senin mendatang, dan akan mengumumkan susunan lengkap pembalapnya pada saat bersamaan. Salah satu, Pizzonia asal Brasil atau pembalap Jerman Heidfeld, akan berduet dengan pembalap Australia Mark Webber, satu-satunya pembalap yang sudah dipastikan memperkuat tim. Heidfeld, yang berlaga untuk Jordan tahun lalu, mengakhiri tes dengan catatan waktu putaran tercepat di Sirkuit Jerez, Spanyol, di tengah kondisi lintasan yang berangin dan sulit. Dia mencatat waktu satu menit 10,079 detik, sedang Pizzonia satu menit 10,364 detik. "Saya sangat bahagia dengan apa yang telah saya lakukan bagi tim," kata pembalap Jerman itu. "Saya senang dengan semua tes yang telah saya lalui sejak Jerez tahun lalu. Saya melakukan semua yang saya bisa dan kini hanya menanti." Pizzonia menjadi favorit untuk mengisi satu posisi itu hingga BMW menyarankan tim menguji Heidfeld, yang sebelumnya tampil mengesankan dengan tim Jordan dan Sauber. Terakhir kali, tim ini menerapkan seleksi yang ketat seperti itu di Barcelona --antara pembalap Inggris Jenson Button dan Bruno Junquiera asal Brasil-- pada Januari 2000, di mana kedua pembalap tidak diberitahu keputusan akhir hingga menit-menit terakhir sebelum mobil baru diluncurkan. Jordan Pemilik baru tim Jordan, Alex Shnaider, segera melakukan persiapan setelah membeli tim F1 itu. Mereka mengaku tertarik untuk mendapatkan Anthony Davidson sebagai pembalapnya musim ini. Tim Jordan yang telah diambil alih perusahaan raksasa Kanada, Midland Group milik Shnaider, belum memiliki pembalap untuk musim 2005 yang akan dimulai 6 Maret mendatang. Namun Jordan telah melirik tes driver tim BAR, Anthony Davidson. "Davidson salah satu pembalap favorit saya. Dia juga salah satu favorit manajer tim Trevor Carlin, namun ini bukan hanya keputusan kami," kata Direktur Umum Midland F1, Colin Kolles. Davidson telah dikenal oleh Carlin saat menjadi pembalap di F3 Inggris. "Kami telah memperhatikan Davidson sejak lama namun kami akan melihatnya kembali jika kami bisa mendapat solusi," lanjut Kolles. Meski demikian, Kolles mengaku tidak mudah bagi mereka untuk bisa mendapatkan pembalap asal Inggris ini. "Tidak akan mudah. Tidak perlu ditanyakan apakah dia terlalu mahal, itu bukanlah masalah," ujarnya. Davidson juga sempat ditawarkan untuk mengikuti tes bersama Williams pada musim dingin ini. Namun, hal itu tidak dapat dilakukannya menyusul masalah perselisihan kontraknya antara Williams dan BAR Honda. (ant-77) |