| Jumat, 28 Januari 2005 | OLAHRAGA |
PBVSI Batasi Usia Pemain PON XVIIBANDUNG- Persaingan antartim bolavoli pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur diramalkan bakal ramai. Pasalnya, pebolavoli yang turun di event empat tahunan itu akan dibatasi umurnya. Batasan pemain senior dan yunior pun lebih jelas. Dengan begitu, kesenjangan antartim diprediksi tidak semenganga seperti yang terjadi selama ini. Rakernas PBVSI yang berlangsung dua hari dan berakhir Kamis (27/1) malam di Bandung, memuat butir tersebut dalam salah satu keputusannya. Pemain yang boleh berlaga di PON XVII mendatang dalam satu tim, nantinya berkomposisi empat pemain senior (di atas 25 tahun) dan delapan lainnya berumur di bawah 25 tahun. "Sebenarnya soal ini sempat mengemuka di Munas lalu, tapi kami ingin memperkuatnya lewat Rakernas. Kita berharap, salah satu tujuan mulia kita, yakni regenerasi dapat berjalan dengan baik," kata Ketua Umum PP PBVSI, Rita Subowo. Rita tidak memungkiri bahwa keputusan itu akan berdampak banyak. Namun karena memuat kepentingan yang lebih besar, dia meminta semua pihak dapat memahaminya. Termasuk pemain yang telah senior, diharapkan dapat memanfaatkan ajang puncak seperti Proliga. Keputusan pembatasan umur ini memang sempat mengundang reaksi dari peserta rapat. Mereka umumnya menolak, termasuk DKI Jakarta. Namun setelah diingatkan tim perumus, Eko Priyono (Jatim) bahwa langkah tersebut sudah muncul di Munas, akhirnya mereka memutuskan setuju. "Seharusnya jangan ada kepentingan saat memutuskan penolakan itu. Toh ini mengakomodir pembinaan, kehadiran pemain senior diharapkan dapat memotivasi yuniornya biar lebih matang," katanya. Nada penolakan secara halus muncul dengan alasan usia emas pebolavoli harus dipertimbangkan. "Usia emas putri memang mendekati 25, tapi putra bisa sampai 30 tahun, ini kan perlu dipertimbangkan meski kami siap melakoninya," kata Ketua Umum Pengda PBVSI Jabar, HM Budhiana. Wakil Jateng, Sofyan T Dollo, menyambut gembira keputusan tersebut. "Pembatasan ini akan merangsang pertumbuhan pemain-pemain muda potensial. Selama ini, PON jadi ajang dominasi para senior," katanya. (dwi-77) |