logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Januari 2005 OLAHRAGA
Line

Roger Federer Terjungkal

MELBOURNE- Unggulan pertama Australia Terbuka, Roger Federer, harus berkemas meninggalkan Melbourne setelah dipastikan gagal melewati hadangan Marat Safin di semifinal, Kamis (27/1) kemarin.

Safin menghancurkan impian petenis nomor satu dunia itu dengan kemenangan 5-7, 6-4, 5-7, 7-6, 9-7 dalam pertandingan ketat selama empat jam 28 menit.

Safin, runner-up Australia Terbuka tahun 2002 dan 2004, memukul balas kekalahannya di set pertama dan menyelamatkan sebuah match point dalam tiebreak set keempat sebelum memenangi pertandingan di Melbourne Park itu.

"Ketika moment itu datang, saya sedikit tercekik," kata Safin. "Ini sebuah pertarungan otak. Dia Roger Federer, orang mengetahui kemampuannya dan secara mental untuk (menang) itu sungguh sulit."

Marat Safin hanya meraih gelar grand slam di AS Terbuka pada 2000. Dia akan bermain melawan pemenang semifinal lainnya antara Andy Roddick dan Lleyton Hewitt, dalam pertandingan final yang akan digelar hari Minggu lusa.

Dalam pertandingan, yang digambarkan oleh Safin sebagai tersulit selama kariernya itu, dia melakukan hanya sekali double faults, sementara lawannya delapan kali. Tapi, Safin cuma mampu membikin 16 aces, sedangkan Federer 22 aces.

Gelar keempat

Federer tidak pernah kalah dalam pertandingan sejak Olimpiade Athena pada Agustus tahun lalu dan memburu gelar grand slam keempatnya dalam 12 bulan terakhir, setelah memenangi Australia Terbuka, Wimbledon dan AS Terbuka tahun lalu.

Dia juga memenangi 24 pertandingan terakhirnya melawan para petenis peringkat 10 besar dan sempat difavoritkan memenangi Australia Terbuka ini, setelah melaju terus dalam lima pertandingan pertamanya tanpa kecolongan satu set pun. Tetapi Marat Safin membuatnya harus melupakan pertandingan final. Tak ada gelar grand slam keempat baginya di Melbourne.

"Ini sangat luar biasa. Menang dalam sebuah pertandingan yang berat, terutama atas pemain seperti Roger, adalah moment yang penting," kata Safin, yang tahun lalu gagal melangkah ke final karena kalah dari Roger Federer. Tampaknya, kali ini, dia bisa sepuas-puasnya menumpahkan dendam. (ant-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA