| Jumat, 28 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Davenport Jumpa Serena di FinalMELBOURNE- Unggulan teratas, Linsday Davenport, dari AS akan berhadapan dengan rekan senegara Serena Williams di final Australia Terbuka setelah menyingkirkan petenis Prancis, Natalie Dechy 2-6, 7-6 (7/5), 6-4 di Melbourne, Kamis (27/1) kemarin. Davenport yang memenangi seluruh kelima pertemuannya dengan Dechy, termasuk yang terakhir di Sydney beberapa waktu lalu, sebelumnya diperkirakan akan dengan mudah kembali mengalahkan unggulan 19 tersebut. Apalagi bagi Dechy, tampil di semifinal sebuah turnamen grand slam adalah untuk pertama kali dalam kariernya. Namun di luar dugaan, ternyata kali ini Davenport tampil kurang menyakinkan dan banyak melakukan kesalahan meski akhirnya meraih kemenangan untuk memastikan final grand slam keenamnya, setelah berjuang selama dua jam 12 menit. Meski sudah memiliki pengalaman dengan meraih gelar juara di Australia Terbuka pada 2000 dan bertarung di semifinal grand slam sebanyak 16 kali, Davenport tampak bermain ragu-ragu dan kesulitan untuk menemukan irama permainnya, sementara Dechy sebaliknya tampil lebih lugas dan penuh percaya diri. Dechy mengawali pertandingan dengan penampilan meyakinkan dan mematahkan servis Davenport untuk unggul lebih dulu 3-0. Kesalahan ganda (double-fault) yang dilakukan Davenport membuat Dechy semakin melaju 5-2 dan tidak tertahankan untuk merebut set pertama ketika pukulan forehand-nya yang diarahkan ke sudut lapangan tidak terjangkau oleh lawan. Secara perlahan, Davenport mulai menemukan irama permainannya meski dengan susah payah dan diwarnai dengan beberapa kali kesalahan saat unggul 5-4 pada set kedua. Dua kesalahan ganda serta pukulan forehand yang buruk oleh Davenport membantu Dechy untuk menyamakan kedudukan menjadi 5-5, tapi giliran pukulan forehand Dechy yang melebar, sehingga Davenport kembali unggul 6-5. Pertandingan berkembang menjadi menegangkan dan Dechy selangkah lagi mengukir sejarah untuk mencapai final grand slam untuk pertama kalinya ketika ia memaksa tie break gara-gara dua kesalahan ganda yang dilakukan Davenport. Saat tie break, Dechy tampak seolah-olah sangat yakin akan memenangi pertandingan ketika melaju 4-1, tapi kemudian berhasil disamakan Davenport 4-4. Ketika kembali unggul 5-4, pukulan forehand Dechy kembali melebar sehingga gagal memanfaatkan dua match point. Kesalahan tersebut tampak mengganggu konsentrasi Dechy sehingga permainannya langsung melorot dan untuk kelima kalinya melakukan kesalahan ganda, sehingga Davenport akhirnya selamat dan merebut set kedua dengan skor tie break 7-5. Pada set ketiga yang menentukan, Davenport berbalik mendominasi pertandingan ketika unggul lebih dulu 4-2 sebelum kemudian disamakan Dechy 4-4. Namun Davenport berhasil mengunci perolehan empat angka Dechy dan tidak tertahankan untuk memenangi pertandingan. Serena Selanjutnya, Davenport akan bertemu mantan petenis nomor satu dunia, Serena Williams, yang berhasil bangkit dari jurang kekalahan untuk akhirnya mengalahkan petenis remaja Maria Sharapova. Serena membalas kekalahannya dari petenis Rusia berusia 17 tahun itu di Wimbledon 2004 dan final Kejuaraan WTA Tour dengan skor ketat 2-6, 7-5, 8-6 dalam tempo dua jam 39 menit. Serena, petenis berusia 23 tahun, sudah diambang kekalahan dari Sharapova, petenis asal Siberia yang saat ini berdomisili di AS ketika melakukan servis saat match point pada game ke-10 set terakhir. Namun Serena selamat dari kekalahan untuk menyamakan kedudukan dan berbalik unggul 7-6 dan hanya memerlukan satu game lagi untuk memastikan kemenangan. Sharapova yang tampak terpukul karena beberapa kali gagal menyudahi perlawanan Serena, berbalik dalam kondisi tertekan. Sebuah pukulan forehand yang dilancarkan Serena ke arah jauh di sisi kiri Sharapova membuat petenis Rusia itu akhirnya harus menguburkan impiannya untuk melaju ke final."Saya hampir tidak percaya karena bisa memenangi pertandingan," kata Williams usai pertandingan. Sementara Sharapova yang meski kecewa dengan kekalahannya, mencoba mengambil sisi positifnya dengan mengatakan bahwa ia masih punya banyak kesempatan pada pertandingan berikutnya. (rtr,F3,ant-77) |