logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Januari 2005 OLAHRAGA
Line

Kontrak Chrisjon Diteken Manajer Herry Gym's

JAKARTA- Kontrak pertandingan Christian Johanes (Chrisjon) sebagai juara dunia kelas bulu (57,1 kg) versi WBA dengan promotor Daniel Bahari ternyata langsung dilakukan oleh manajer dari Sasana Herry Gym's, Australia, Craig Christian.

Padahal, hingga saat ini Chrisjon masih terikat kontrak dengan manajer Sasana Bank Buana Semarang, Muchlis Sutan Rambing, meski kontrak ini bermasalah.

Promotor tinju internasional, Daniel Bahari, Kamis (27/1) kemarin membenarkan bahwa kontrak untuk pertandingan wajib antara Chrisjon lawan Derrick Gainer (Amerika Serikat) telah ditandatangani Craig Christian dan bukan Sutan Rambing yang selama ini diketahui sebagai pelatih dan manajer dari Sasana Bank Buana, tempat Chrisjon berlatih selama ini.

"Saya tidak punya urusan dengan manajer mereka. Kalau Chrisjon sudah memberi kepercayaan kepada Craig Christian berarti sudah menyetujui pertandingan lawan Gainer pada 23 April mendatang di Jakarta, sesuai dengan batas waktu yang ditentukan WBA," kata promotor asal Pulau Bali itu.

Daniel mengakui, dirinya mengetahui ada masalah antara Chrisjon dengan Sutan Rambing menyangkut urusan kontrak. Penyelesaian permasalahan itu belum diketahuinya, meski kini Chrisjon telah hijrah untuk berlatih di Sasana Herry Gym's, Perth, Australia.

Bagi Rata

Kontrak Chrisjon dengan Sutan Rambing menjadi bermasalah karena petinju itu merasa sistem bagi hasilnya tidak adil. Dalam kontrak itu, Chrisjon menerima bayaran sebesar 50% dari honor bersih, sama dengan yang diterima oleh Sutan Rambing yang bertindak sebagai pelatih. Karena menilai pembagian hasilnya tidak transparan, Chrisjon lantas memutuskan secara sepihak kontrak tersebut, sementara Rambing tetap bersikukuh kontrak harus dihormati. Rambing --yang kini masih menunaikan ibadah haji-- bahkan berjanji akan membawa kasus itu ke pengadilan.

Sutan Rambing sebenarnya menerima 50% bagian karena dia "mewakili" tiga jabatan sekaligus, yakni sebagai pelatih, manajer, dan pengelola sasana. Jika diperinci, bagian Rambing sebagai pelatih hanya 20%, manajer 10%, dan sasana mendapat bagian 20%.

Pada pertandingan terakhir 3 Desember lalu melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela), Chrisjon merasa bayarannya sebesar Rp 496 juta terlalu kecil karena honor total pertandingan itu adalah Rp 1,125 miliar. Soal bagi hasil itulah yang kemudian membuatnya meninggalkan Sasana Bank Buana dan Sutan Rambing yang sudah mengasuhnya sejak 14 tahun lalu.

Pada pertandingan wajibnya melawan Derrick Gainer --yang hingga kini belum memberi jawaban tentang kesediaannya untuk bertanding di Indonesia-- Chrisjon menerima bayaran 90 ribu dolar AS, sementara Gainer kebagian 30 ribu dolar AS.

"Kami belum dapat memastikan pertandingan wajib itu terlaksana karena masih menunggu jawaban dari manajer Derrick Gainer. Mereka kami tunggu hingga 5 Februari mendatang," ujar Daniel Bahari, pemilik DB Promotion. (D3-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA