| Jumat, 28 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Turunkan Dua Pelamar, Pukul Biprada 10-1SEMARANG- PSIS panen gol dalam pertandingan uji coba lawan Biprada, Kamis (27/1) sore kemarin, di Stadion Jatidiri Semarang. Anak-anak asuhan Bambang Nurdiansyah itu menang telak 10-1 (3-0). Striker Indriyanto Nugroho menjadi kontributor terbanyak dengan empat golnya. Pemain pelamar, Anthony Jomah Ballah mencetak dua gol, begitu juga M Ridwan. Sedangkan Hari Salisbury dan Kris Daniel masing-masing menghasilkan satu gol. Meski menang, Bambang belum puas terhadap permainan anak-anak asuhannya. Para pemain belum sepenuhnya memahami cara main dengan pola 3-4-3 maupun 4-4-2. ''Sudah ada peningkatan pemahaman pemain terhadap pola 3-4-3. Meski demikian, masih perlu pembenahan lagi. Ada kelemahan, khususnya lini tengah dan depan,'' ungkapnya seusai pertandingan. Pada partai persahabatan ini PSIS menurunkan dua playmaker pelamar yang baru datang pagi kemarin. Selain Ballah yang pernah dikontrak saat Kompetisi Liga Indonesia (KLI) VI, pelamar lain adalah Paulo Sergio Bastos asal Brasil. Ballah yang sudah tidak asing dengan pemain PSIS dan publik bola Semarang, bisa langsung beradaptasi dengan Indriyanto Nugroho cs. Namun, tidak begitu dengan Paulo Sergio Bastos. Mantan pemain klub Americano itu kurang bisa memahami cara main yang diterapkan Bambang. Akibatnya, lima belas menit awal babak pertama, permainan PSIS kurang berkembang. Lini tengah sering salah pengertian karena koordinasinya lemah. Motivasi Melihat hal itu, Bambang langsung mengganti Paulo dengan M Ridwan. Permainan pasukan Mahesa Jenar pun semakin solid dan tajam. Buktinya, Indriyanto Nugroho berhasil menjebol gawang lawan. Gol perdana itu membangkitkan motivasi tim untuk menambah keunggulan. Hasilnya, Hari Salisbury menambah keunggulan. Sebelum wasit meniup peluit tanda turun minum, Indriyanto kembali menyumbangkan gol. ''Permainan sudah sedikit bagus. Hanya saja, pada lima belas menit awal babak pertama, permainan tidak jalan karena Paulo kurang memahani cara main kami,'' tegasnya. Permainan Biprada memang jauh di bawah PSIS. Namun, para pemainnya tetap fight dan bersemangat. Serangan pun tak jarang dilakukan.Namun, lini belakang PSIS yang digalang Fofee Camara, Idrus Gunawan dan Maman Abdurahman masih terlalu tangguh. Pada babak kedua permainan PSIS semakin solid dan kompak. Gol demi gol pun dengan mudah tercipta ke gawang Biprada, diawali gol Ballah yang langsung disusul dengan dua gol Indriyanto. Ballah pun menyumbang gol ke-7 melalui kerja sama yang rapi dengan M Ridwan. Keunggulan tersebut sedikit membuat pertahanan lengah. Akibatnya, pemain Biprada, Daryanto berhasil menjebol gawang dikawal Basuki. Namun, gol tersebut dibalas dengan dua gol oleh M Ridwan. Kris Daniel yang masuk menggantikan Indriyanto Nugroho menutup kemenangan timnya. ''Meski produktivitas gol tinggi, namun itu belum bisa dijadikan ukuran. Sebab, lawan yang dihadapi masih di bawah kami. Tapi, paling tidak kami sudah bisa mengevaluasi permainan,'' tandas Bambang. (H13-22) |