| Jumat, 28 Januari 2005 | NASIONAL |
Draf Tatib Kongres PAN Sudah FinalSEMARANG- Adanya manuver politik menjelang Kongres PAN untuk mengganjal pencalonan Soetrisno Bachir ditepis oleh pengurus struktural PAN di Jateng. Sebaliknya, dukungan kepada kader asal Pekalongan itu terus mengalir. Wakil Sekretaris DPW Jateng Rahmatullah Kamis kemarin di Semarang mengungkapkan, draf tatib kongres yang saat ini disusun oleh panitia sudah hampir final. "Artinya, persyaratan kandidat ketua umum tidak harus menjadi pengurus selama satu periode. Tetapi kandidat adalah kader partai yang dibuktikan dengan kartu anggota," ungkapnya. Seperti diberitakan, kendati namanya dimunculkan dalam rapat koordinasi DPD-DPD se-Jateng dan DIY, bukan berarti pencalonan Soetrisno Bachir sebagai kandidat Ketua Umum PAN bakal mulus. Dia bisa terganjal oleh tatib Kongres yang akan dilangsungkan 7-10 April mendatang di Semarang. Soetrisno Bachir memang kader PAN sejak partai itu didirikan. Dia juga bisa diterima di kalangan Muhammadiyah dan di luar organisasi itu. Namun dia belum pernah duduk di jajaran struktural partai. Jika mengacu AD ART sekarang, langkah Soetrisno tidak terganjal. Namun aturan itu bisa diubah sesuai dengan dinamika politik. Rahmatullah menegaskan, Soetrisno Bachir adalah kader sejak partai itu didirikan di awal era reformasi. Kiprahnya dikenal lebih banyak dalam internal sebagai tim lobi informal dan tim sukses dalam Pilpres 2004. Kader bisa maju sebagai bakal calon ketua umum, lanjutnya, bila memperoleh dukungan minimal 3 DPW atau 30 DPD. "Dalam hal dukungan ini, saya yakin dia memperoleh sokongan melebihi persyaratan itu," katanya. Dia mengemukakan pula, Amien Rais selaku Ketua Umum PAN sebelum rapat koordinasi di Yogyakarta menyatakan pergantian estafet kepemimpinan sebaiknya dilakukan dengan cara normal, tanpa konflik, dan mencari jalan keluar win-win solution dari faksi-faksi yang ada. Wakil Ketua DPW PAN Jateng Khafid Sirotudin juga mengakui dukungan pada Soetrisno Bachir makin tak terbendung. Kendati ada kemungkinan untuk mengganti tatib, upaya itu bakal pupus karena draf tatib telah selesai dibahas. "Sejauh ini posisi dia masih cukup kuat, dan bisa diterima oleh kalangan Muhammadiyah dan di luar organisasi itu," tuturnya. Ketua DPD Solo Umar Hasyim mengungkapkan, sebelum rapat koordinasi di Yogyakarta, pihaknya lebih condong ke Din Syamsudin. Tetapi, lanjut Umar yang menjadi koordinator PAN se-Karesidenan Surakarta, PAN se-Surakarta konsisten atas keputusan Yogyakarta yang memunculkan nama Bachir. "Walaupun itu bukan harga mati, kami tetap konsisten atas keputusan di Yogyakarta." Calon Lain Didik J Rachbini mendeklarasikan siap menjadi ketua umum. Dia mengaku dukungan pada dirinya makin mantap. Tapi Didik juga gelisah, karena saat ini sudah ada indikasi politik uang. Deklarasi Didik J Rachbini ini disampaikan dalam jumpa pers di Klub Rasuna, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (27/1). Didik didampingi sejumlah tim suksesnya, seperti Fuad Zakaria, Miranti Abidin, Suwardi, Usman Uhasa, Asmar Patulessy, dan Agung Mozin. "Setelah melalui proses politik yang panjang dan komunikasi ke daerah dan melihat ada dukungan, saya menyatakan siap. Apalagi saya merasa makin mantap dengan makin menguatnya dukungan dari DPW dan DPD," kata dia. Didik tidak mau mengklaim berapa jumlah DPW dan DPD yang mendukung dirinya. "Biarlah teman-teman di daerah yang menilai. Yang penting, saya selalu berkomunikasi dengan mereka." "Kesiapan saya memimpin PAN didorong untuk menjadikan PAN sebagai partai pilihan rakyat. Dan saya ingin berjuang untuk mewujudkan masyarakat Madani," tegas Didik. Gamang Hatta Radjasa masih gamang atas wacana yang berkembang di kalangan elite dan warga PAN yang mendukungnya sebagai ketua umum partai itu, menggantikan Amien Rais. Untuk konteks sekarang, Hatta belum berani memastikan apakah nanti maju di bursa ketua umum PAN atau tidak. "Saya belum berpikir ke sana (jabatan ketua umum PAN)," katanya di Surabaya, Kamis (27/1). Sekjen PAN ini mengakui telah dihubungi beberapa pimpinan daerah dan wilayah PAN untuk dijagokan sebagai orang pertama di partai berlambang matahari tersebut. (G1,G7,dtc,G14-33,83t) |