logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Januari 2005 NASIONAL
Line

Dulmatin Ikut MILF di Mindanao

MANILA - Militer Filipina menyerang sekelompok gerilyawan, ketika para gerilyawan itu bertemu dua warga Indonesia yang diduga ambil bagian dalam aksi bom Bali (Oktober 2002), yang menewaskan 202 orang.

Belum ada informasi mengenai korban tewas. Pasukan artileri, pesawat, dan helikopter tempur, menyerbu daerah rawa-rawa di dekat kota Datu Piang, Pulau Mindanao, Filipina selatan.

Militer mengatakan Kamis kemarin, kedua warga Indonesia tersebut adalah Umar Patek dan Dulmatin, anggota jaringan militan Jamaah Islamiah (JI).

Keduanya hadir di tengah kelompok pemberontak Front Pembebasan Muslim Moro (MILF). Kelompok itu me-langgar gencatan senjata, dengan me-nyerang pos pengawasan AD Filipina belum lama ini.

Khadaffy Janjalani dan Abu Sulaiman - dua pemimpin Abu Sayyaf (kelompok gerilyawan lebih kecil) - juga berada di sana, kata militer. ''Para pemimpin Abu Sayyaf dan JI bersembunyi di beberapa rumah,'' kata Letjen Alberto Braganza, panglima Komando Militer Filipina selatan.

Para pejabat Filipina mengatakan, ratusan militan Indonesia dan Malaysia bersembunyi dan berlatih dengan beberapa faksi MILF. Namun para gerilyawan itu membantah punya hubungan formal dengan JI.

Eid Kabalu, juru bicara MILF, mengatakan gerilyawan akan memprotes serangan militer pemerintah. ''Serangan itu jelas pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata,'' katanya.

Bukan Anggota JI

Awal bulan ini Sidney Jones, direktur Asia Tenggara untuk International Crisis Group, mengutip sumber intelijen Indonesia yang mengatakan Umar Patek dan Dulmatin merupakan sasaran serangan AU Filipina pada 18 November di Mindanao tengah.

Jones mengatakan, kedua tersangka pelaku bom Bali tersebut bukan anggota JI. Mereka berasal dari kelompok tak dikenal berjuluk ''Banten'', yang beroperasi terpisah dari jaringan militan Asia Tenggara itu.

Selain Umar Patek dan Dulmatin, pasukan keamanan Filipina memburu dua tersangka teroris Indonesia lain yang tidak disebutkan namanya.

''Ada operasi perburuan di Mindanao tengah,'' kata Chief Superintendent Ismael Rafanan, kepala kelompok intelijen kepolisian Filipina, Senin lalu. ''Kami mengejar buronan kakap.''(rtr-ben)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA