logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Januari 2005 NASIONAL
Line

Sidang Kasus Ba'asyir

Pengacara Tolak Pembacaan BAP

JAKARTA - Tim pengacara Abu Bakar Ba'asyir walk out dalam sidang, kemarin. Aksi yang juga diikuti terdakwa tersebut dilakukan setelah hakim H Soedarto SH memutuskan pembacaan berkas acara pemeriksaan (BAP) cukup untuk menggantikan pemeriksaan saksi-saksi yang gagal dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU).

Sebelumnya, jaksa Drs H Salman Maryadi SH menyatakan tidak bisa menghadirkan empat saksi dari Malaysia dan Singapura. Menurut undang-undang dua negara itu, karena sudah menjadi tahanan negara setempat, keempat saksi tidak diizinkan hadir apalagi memberikan kesaksian di Indonesia.

Sidang kemarin berencana memeriksa empat saksi, Faiz Abu Bakar Bafana, Ahmad Faisal, Wan Min Wan Mad, dan Ahmad Syaifullah. Karena mereka ditahan di Malaysia dan Singapura, Salman meminta hakim mengizinkan pembacaan BAP keempat saksi itu.

Tim pengacara Ba'asyir dan tim jaksa pun akhirnya berdebat masalah itu. Tim pengacara Ba'asyir menilai bila hanya pembacaan BAP akan rentan dengan rekayasa. Sebab tidak bisa dilakukan pengecekan kepada yang bersangkutan. Karena itu, mereka menolak bila dalam sidang hanya dilakukan pembacaan BAP.

Soedarto menyatakan, halangan menghadirkan saksi-saksi sah secara hukum. Oleh karena itu, dia meminta jaksa membacakan BAP keempat saksi. Keputusan tersebut disambut protes pengacara Ba'asyir. Mereka memutuskan walk out.

''Kami menyatakan tidak ingin bertanggung jawab atas BAP yang dibacakan ini. Untuk itu kami sebagai tim pengacara akan melakukan walk out selama pembacaan BAP ini,'' kata M Assegaf sebelum meninggalkan ruangan. Melihat hal itu, Ba'asyir pun ikut keluar setelah mendapat minta izin dari hakim.

Dalam sidang kemarin, saksi Utomo Pamungkas alias Mubarok juga bungkam. Mubarok yang menjadi terpidana seumur hidup dalam kasus bom Bali tersebut, tiba-tiba menolak bersaksi.

Alasannya dirinya sudah memberikan keterangan pada sidang Ba'asyir sebelumnya untuk kasus makar. Soedarto dan Ba'asyir berusaha membujuk namun Mubarok tetap diam. (F4-83m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA