| Jumat, 28 Januari 2005 | SEMARANG |
Pendapatan Garebek Belum Capai TargetDEMAK- Meski puncak perayaan Garebek Besar Demak sudah berlalu beberapa hari, realisasi pemasukan kas bagi Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Kabupaten Demak kemarin, baru mencapai Rp 216.192.000 dari target Rp 245.633.000. Alasannya, masih ada beberapa instansi lain yang belum melaporkan, yaitu Kantor Pasar dan Pariwisata. "Hingga kini kami masih menunggu laporan Kantor Pasar dan Pariwisata Demak. Utamanya pada sektor pajak, seperti reklame, restoran, hiburan, dan lainnya," kata Plh Dipenda Drs Wahyu Edi Suroso, kemarin. Dia mengemukakan, target selama Garebek Besar Demak 2005 berlangsung yaitu Rp 245.633.000. Sebab panitia garebek menyediakan 770 kaveling yang disewakan bagi pedagang. Namun, ternyata kaveling laku terjual hanya 434 unit. Dengan demikian masih terdapat sisa 336 kaveling yang tidak laku jual. Lokasi Becek Penyebabnya, lanjut Suroso, adalah lokasi yang ditawarkan ke pedagang becek dan kurang strategis. Apalagi sebagian lokasi Garebek Besar Demak belum dibuat paving blok. Areal yang sering becek itu sebagai tempat pertunjukan dangdut, permainan hiburan anak-anak, dan penjual makanan. Sepinya pengunjung arena besaran tahun ini, menurut Plh Kepala Dipenda Demak itu, juga akibat faktor cuaca (hujan-Red). Kondisi itu sangat memengaruhi para pengunjung dan pedagang. Pihaknya mengakui bahwa beberapa waktu lalu ada tawaran dari pihak ketiga yang ingin mengelola acara tahunan tersebut di kawasan Terminal Jogo Indah Tembiring. Namun karena waktunya cukup mepet pihak ketiga itu pada akhirnya mengundurkan diri. Komisi B DPRD Demak seusai sidang paripurna kemarin langsung memanggil Wahyu Edi Suroso. Pemanggilan tersebut untuk mengetahui secara persis realisasi pendapatan dari target Rp 245 juta lebih. "Dipenda melaporkan per 27 Januari, pemasukan baru mencapai 85% atau Rp 216. 192.000. Alasannya, banyak pajak reklame, hiburan, dan retribusi belum masuk ke Dipenda," ungkap Ketua Komisi B Suko Pratomo SE. (F2-91i) |