| Jumat, 28 Januari 2005 | SEMARANG |
Ciblek pun Diajak Bicara soal PilkadaSEMARANG-Untuk meningkatkan pemahaman pelaksanaan pilkada secara langsung yang akan digelar di 16 daerah di Jateng, Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jateng akan mengadakan diskusi bertema ''Rakyat Bicara soal Pilkda'', Kamis (3/2) di Hotel Grand Candi. Ketua Panitia Agus Hermanto menjelaskan, kegiatan itu memang untuk memberikan ruang berpikir secara terbuka bagi segenap komponen masyarakat untuk angkat bicara. Sebab, dalam pilkada langsung itu, peran rakyat sangat besar untuk menentukan pimpinan daerah selama lima tahun. Karena itu, panitia akan mengundang wakil komunitas dari berbagai elemen. ''Kami akan mengundang wakil dari komunitas tukang becak, kusir andong, sopir angkot, juru parkir, pengamen, seniman, dan ciblek,'' katanya. Semua elemen pinggiran itu, kata dia, sudah saatnya diberi ruang bicara yang lebih baik, terhormat, dan dihargai. Bukan sekadar menjadi objek, melainkan harus dijadikan sebagai subjek secara konkret. Kondisi ini lantaran lahirnya implementasi UU 32/2004 yang secara substantif memberikan hak pada rakyat yang lebih luas. Selain Gubernur H Mardiyanto dan Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Chaerul Rasjid, pembicara lain yang akan tampil, sejumlah pakar pemerintahan, Ketua Pradja Jateng Sudir Santosa SH, dan Ketua PWI Jateng Sasongko Tedjo SE MM. Ketua PWI itu akan mengupas persoalan pilkada berkaitan dengan pemberitaan pers. ''Ini karena semua anggota Pradja yang terdiri atas kepala desa dan perangkatnya memiliki peran strategis, baik dalam persiapan, pelaksanaan, maupun menjaga kelancaran selama pencoblosan,'' ujarnya. Dalam acara itu, panitia juga akan mengundang bakal calon wali kota Semarang. Diharapkan mereka bisa menerima berbagai masukan dari rakyat. Selain itu, 16 KPUD kabupaten/kota dan 16 kapolres yang tahun ini daerahnya akan menggelar pilkada langsung. Adapun Sutanto Mendut sebagai moderator. (D14-64) |