logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Januari 2005 SEMARANG
Line

Impotensi Bisa Akibatkan Penyelewengan Istri

SEMARANG- Gangguan seksual lebih sering dialami oleh kaum pria. Namun dampaknya tidak hanya menimpa kaum pria, tetapi juga wanita pasangannya. Kenyataan itu diperparah lagi oleh kultur masyarakat yang cenderung tertutup.

"Sikap semacam itu membuat penderita disfungsi seksual tidak berusaha mencari informasi mengenai permasalahan dan pengobatan gangguan penurunan fungsi seksnya," jelas dr John Pyne, konsultan senior Klinik Harmoni Keluarga dari Australia, dalam diskusi "Impotensi, Diatasi atau Menderita Selamanya", belum lama ini, di klinik tersebut Jl Gajahmada Plaza Semarang,. telepon 024-8316841.

Gangguan fungsi seks pria atau disfungsi ereksi, menurutnya, pernah dialami oleh hampir setiap pria. Paling tidak, hampir setiap pria pernah mengalami saat-saat berhasrat melakukan hubungan seksual bersama wanita pasangannya, tetapi tidak bisa ereksi atau mampu mempertahankan ereksi yang cukup kuat, sehingga tidak dapat memuaskan pasangannya. "Dampaknya, bisa memengaruhi keharmonisan keluarga. Lebih jauh lagi, bisa menjadi sumber penyelewengan oleh kaum wanita," katanya.

Dia menjelaskan, dengan sistem pengobatan yang telah direkomendasikan oleh International Society of Impotence Research, ternyata 95 persen penderita ejakulasi dini yang berobat ke Klinik Harmoni dapat teratasi. "Saya sarankan, penderita impotensi segera mengatasinya daripada menderita selamanya," ungkapnya. (vip-84)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA