| Jumat, 28 Januari 2005 | KEDU & DIY |
Hujan Rusak Bunga KopiTEMANGGUNG - Hujan yang turun di Kabupaten Temanggung dalam beberapa pekan terakhir telah merusak cukup banyak bunga tanaman kopi. Diperkirakan hal itu akan mengurangi produksi panen 2005 hingga 40%. Beberapa petani di Kecamatan Candiroto dan Kandangan kemarin mengemukakan, kini hampir sebagian besar tanaman kopi berbunga. Masa panen diperkirakan pada Mei-Juni mendatang. Namun, tingginya curah hujan menjadikan bunga kopi rontok, sehingga tidak bisa menjadi biji buah itu. Para petani memperkirakan, kerusakan bunga cukup besar, sekitar 30%-40%. Ariyanto (37), petani di Candiroto mengemukakan, besarnya kerusakan itu akibat perubahan musim yang sangat cepat. Rontok Saat bunga mulai muncul, cuaca masih panas sekitar November yang lalu. ''Namun, begitu proses perubahan bunga menjadi biji buah, tiba-tiba hujan turun dengan intensitas tinggi. Akibatnya, banyak bunga rontok tak bisa tumbuh menjadi biji buah,'' katanya. Pengamatan Ariyanto dari beberapa pohon kopi miliknya menunjukkan, kerontokan bunga tiap-tiap tanaman hampir sama. Yakni, 30%-40%, sehingga akan memengaruhi hasil panen Mei nanti. Hal yang sama juga dikemukakan Buhari (52) petani di Kandangan. Dia memperkirakan, kerontokan bunga masih terjadi bila curah hujan sehari-hari mendatang masih tinggi. ''Soalnya, saat ini masih banyak tanaman yang berbunga, sehingga rawan rontok. Yang sudah berubah menjadi biji buah, kecil kemungkinan rontok karena hujan,'' tambahnya. Sebagaimana diketahui, tanaman kopi khususnya terutama jenis arabika kate kini dikembangkan di wilayah tersebut. Pada 2002-2004 setidaknya ada 4 juta bantuan bibit tanaman kopi dari pemerintah yang diberikan kepada para petani.(nt-80e) |