| Jumat, 28 Januari 2005 | INTERNASIONAL |
Zhao Ziyang Dimakamkan SabtuBEIJING - China akan mengadakan upacara pemakaman sederhana Sabtu besok bagi Zhao Ziyang, mantan sekjen Partai Komunis China (PKC) yang didepak dari jabatannya pada 1989. Dia disingkirkan karena menentang tindakan keras tentara terhadap demonstrasi prodemokrasi di Lapangan Tiananmen, Beijing. Pihak-pihak berwenang sangat ingin segera memakamkan jenazah Zhao. Mereka khawatir upacara pemakaman akan berubah menjadi unjuk rasa antipemerintah, terutama bila cuaca panas dan mahasiswa dari luar kota serta para pekerja pulang ke Beijing, setelah liburan Imlek bulan depan. "Kami hanya ingin bapak dapat beristirahat dengan damai secepatnya," kata Wang Zhihua, menantu Zhao, Kamis kemarin. "Harinya ditetapkan Sabtu." Dia menyatakan hal itu, ketika ditanya apakah pihak keluarga dan partai telah mencapai kesepakatan mengenai upacara pemakaman setelah berhari-hari berbeda pendapat. Keluarga Zhao dan Kantor Umum Komite Sentral PKC menemui kebuntuan selama beberapa hari, ketika membahas upacara pemakaman yang layak bagi mendiang. PKC hanya ingin mengadakan upacara pemakaman sederhana. Ketika ditanya apakah pihak keluarga tidak senang pada rencana upacara pemakaman tersebut, seorang kerabat menjawab: "Tidak tepat rasanya untuk membicarakan masalah ini." Pihak-pihak berwenang memperketat pengamanan di sekitar rumah Zhao, sebagai langkah untuk mengekang pengunjung dan memaksa pihak keluarga menyetujui syarat-syarat mengenai pemakaman tersebut. Zhao, arsitek reformasi pasar yang mengubah China dari negara terkebelakang menjadi pusat kekuatan ekonomi dunia, menjalani tahanan rumah selama sedikitnya 15 tahun. Ribuan pelayat mengunjungi rumah duka Zhao, pekan lalu, kata beberapa anggota keluarga.(rtr-ben-30) |