logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Januari 2005 INTERNASIONAL
Line

Kronologi Hubungan yang Penuh Hambatan

1953 - Pada puncak Perang Dingin, pemerintahan Eisenhower menyetujui operasi bersama Inggris-Amerika untuk menggulingkan PM Mohammad Mossadeq. Mereka khawatir aspirasi-aspirasi nasionalisnya akhirnya akan mengambil-alih komunis.

Setelah terjadi kerusuhan meluas - dengan bantuan badan intelijen CIA dan Inggris - Mossadeq kalah dan Shah Reza Pahlevi, yang meninggalkan negara itu, kembali berkuasa. Jenderal Fazlollah Zahedi, yang memimpin kudeta militer itu, menjadi perdana menteri.

Oktober-November 1979 - Meski pemerintah revolusioner Iran keberatan, AS mengizinkan Shah Reza Pahlevi memasuki negara itu untuk mendapatkan perawatan kanker yang dideritanya.

Pelajar militan pada November menduduki kompleks Kedubes AS di Teheran, menuntut AS mengirim pulang shah ke Iran sehingga bisa diadili. Pendudukan itu menyulut krisis saat 52 warga AS disandera selama 444 hari.

Presiden AS Jimmy Carter memerintahkan embargo penuh atas minyak Iran, yang dilanjutkan dengan sanksi-sanksi yang lebih keras.

April 1980 - Carter memutuskan hubungan diplomatik setelah negosiasi-negosiasi untuk membebaskan sandera gagal. Dia mengizinkan misi sangat rahasia, yang diberi nama Operasi Cakar Elang, untuk membebaskan sandera.

Misi itu gagal setelah tiga dari delapan heli yang digunakan mengalami gangguan mekanik. Delapan tentara AS tewas ketika salah satu heli tabrakan dengan pesawat bahan bakar.

Juli 1980- Shah meninggal di Mesir.

September 1980 - Irak menyerang Iran. Meski AS memasok senjata ke dua negara itu, negara adidaya itu lebih berpihak ke Irak, sehingga menyulut kemarahan Iran.

1981 - Setelah negosiasi-negosiasi alot, sandera yang tersisa dibebaskan beberapa menit setelah Ronald Reagan dilantik sebagai presiden AS pada Januari.

1990-1991 - Perang Teluk: Iran tetap netral dalam perang pimpinan AS melawan Saddam Hussein. Negara itu mengecam pendudukan Bagdad atas Kuwait dan kemungkinan kehadiran militer AS jangka panjang di kawasan itu.

1993 - Hashemi Ali Rafsanjani terpilih kembali menjadi presiden Iran. Di AS, Presiden Bill Clinton dilantik, dan segera membeberkan kebijakan "penahanan ganda" pemerintahannya, upaya untuk mengisolasi Iran atas tuduhan mendukung aktivitas teroris, melanjutkan program senjata nuklir, dan upaya-upayanya untuk mengabaikan upaya perdamaian Timur Tengah.

April 1995 - Clinton menandatangani perintah yang melarang perdagangan dengan Iran.

Agustus 1995 - Kongres AS menegsahkan Akta Sanksi Iran-Libia, yang memberi sanksi kepada perusahaan-perusahaan yang menginvestasi 40 juta dolar AS atau lebih setahun.

1999 - AS melonggarkan sanksi dan mengizinkan perusahaan Amerika menjual makanan dan obat-obatan ke tiga negara yang dicap pendukung terorisme - Iran, Libia, dan Sudan.

Juli 2001 - Senat AS memberikan pengesahan akhir atas perundang-undangan yang memperpanjang sanksi terhadap Iran dan Libia selama lima tahun. Pemerintahan Bush mendesak Kongres membatasi sanksi menjadi dua tahun.

Oktober 2001 - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam serangan AS ke Afghanistan, dengan menyatakan serangan itu merupakan bagian dari tujuan AS untuk "memperluas kekuasaan dan dominasi mereka".

Mei 2002 - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengecam AS dan menolak ide negosiasi antara kedua negara. Dia mengatakan negosiasi-negosiasi itu tidak akan menyelesaikan masalah.(yahoo-niek-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA