| Jumat, 28 Januari 2005 | INTERNASIONAL |
Kisah Hantu Takutkan WisatawanPHUKET - Para pejabat dan pengusaha pariwisata Thai di daerah-daerah eks bencana tsunami di Thailand selatan, Kamis kemarin mendesak media untuk menghentikan pemuatan tulisan tentang hantu. Sebab, menurut mereka, cerita-cerita itu membuat takut wisatawan. "Sangat tidak pantas bagi pelaku media, seperti televisi Thai, menyajikan kisah-kisah misteri tersebut," kata Phattanaphong Ekwanich, presiden Asosiasi Bisnis Pariwisata Phuket, seperti dikutip koran Nation, kemarin. "Tulisan seperti itu tidak lucu dan juga berdampak serius pada industri pariwisata. Cerita-cerita tersebut memengaruhi terutama orang Asia, yang sebagian besar percaya adanya hantu," kata dia. Media dalam dan luar negeri melaporkan puluhan hantu sering terlihat di daerah-daerah bencana tsunami, ketika warga Thai yang sangat percaya takhyul mengaitkan hal itu dengan bencana tsunami 26 Desember lalu. Jumlah korban tewas akibat tsunami di Thailand mencapai 5.300 orang, sebagian besar adalah turis asing. Menurut cerita yang beredar, ada wisatawan mendengar suara tawa dan jeritan di pantai yang sepi. Ada pula yang menyebutkan, orang-orang mistrius memanggil taksi untuk pergi ke bandara, namun kemudian menghilang secara misterius di tengah jalan. Phattanaphong mengatakan, penampakan-penampakan hantu tersebut mungkin hanya isapan jempol. Sebab, ritual keagamanan telah dilakukan untuk membuat para arwah penasaran menemukan tempat peristirahatan terakhir yang damai. Sementara itu, Pemerintah AS mengatakan negara-negara yang terkena bencana tsunami harus memilih antara penundaan pembayaran utang dalam jangka panjang atau bantuan lain dari Amerika. Belum diketahui apakah bantuan lain yang dimaksud itu mencakup paket bantuan satu miliar dolar AS (sekitar Rp 9 triliun) yang sedang diajukan Presiden Bush kepada Kongres.(rtr-ben-30) |