| Jumat, 28 Januari 2005 | EKONOMI |
sekilas ekonomiSimpedes BRI Wonogiri Rp 164,349 M WONOGIRI- Nilai Simpedes Bank BRI Cabang Wonogiri selama semester II tahun lalu meningkat cukup signifikan. Jika pada Juni Rp 156,238 miliar maka akhir Desember lalu menjadi Rp 164,349 miliar. ''Jumlah penabungnya pun meningkat dari 197.760 menjadi 203.012 orang,'' kata Pemimpin Cabang Bank BRI Wonogiri Widodo Januarso SE ketika membuka undian Simpedes Ke-37 periode Juli-Desember 2004 di Gedung Giri Wahana, kemarin. Pada periode yang sama, Simaskot mencapai Rp 2,308 miliar dengan penabung 1.276 orang, sedangkan deposito Rp 3,831 miliar dengan deposan 414 orang. Kredit yang disalurkan dalam bentuk Kupedes juga naik dari Rp 134,232 miliar kepada 36.947 debitor menjadi Rp 145,674 milar kepada 37.597 debitor. ''Umumnya penerima Kupedes adalah pengusaha ekonomi lemah untuk modal usaha produktif,'' jelasnya. Hadiah yang disediakan BRI terdiri atas hadiah utama berupa 15 motor, kedua 20 televisi berwarna, ketiga 15 mini compo, serta hiburan 46 magic com. (P27-53) Deptan Targetkan Swasembada Gula Tahun 2008 JAKARTA- Departemen Pertanian menargetkan Indonesia bisa berswasembada gula pada tahun 2008. Untuk itu diharapkan investasi di pertanian tebu dan industri gula dapat terus meningkat. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian Anton Apriantono, di sela-sela Seminar Evaluasi dan Prospek ekonomi dan bisnis Syariah, di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (27/1). "Investasinya bukan hanya di Pulau Jawa, tetapi diharapkan juga bisa di luar Pulau Jawa," ujar Anton. Untuk mencapai swasembada gula, ada dua langkah yang disiapkan, yakni pertama bongkar ratum atau tanaman yang tua diganti dengan tanaman baru. Kedua, ekstensifikasi atau perluasan lahan khususnya pertanian tebu di Pulau Jawa dan luar pulau Jawa. Untuk konsumsi gula nasional saat ini mencapai 3,3 juta ton yang terdiri atas 2,5 juta untuk konsumsi dan 800 ribu ton untuk kebutuhan industri makanan dan minuman. Sementara produksi nasional tahun 2003 baru mencapai 1,6 juta, tahun 2004 naik menjadi 2 juta ton. (dtc-82) |