logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Januari 2005 BANYUMAS
Line

Puspahastama Kalah Bersaing dengan Pengepul Gabah

PURBALINGGA - Pusat Pengolahan Hasil Pertanian Utama (Puspahastama), sebuah lembaga milik Pemkab yang mengatur dan mengelola produksi serta distribusi beras petani ternyata masih kalah bersaing dengan pengepul dan pedagang gabah. Hal ini yang menjadi salah satu kendala lembaga ini untuk bisa maju dan eksis.

''Kendala teknis antara lain keterbatasan personel sehingga belum optimal untuk bersaing dengan pedagang/pengepul dalam pengadaan gabah petani. Mereka mempunyai taktik dengan memberikan uang panjar sebelum masa panen tiba. Dan, hal ini tidak dapat dilakukan Puspahastama karena tidak tersedia modal,'' ujar Kabag Bina Perekonomian Drs Agus Winarno kepada wartawan.

Pangsa pasar beras dari Puspahastama untuk sementara ini baru terbatas pada kalangan PNS dan untuk proyek Padat Karya Pangan (PKP). Untuk memenuhi kebutuhan pasar itu, selama ini hanya diperlukan sekitar 2.600 ton beras per tahun. Sementara itu, produksi beras yang dihasilkan Puspahastama yang berpusat di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja adalah 5.000 ton per tahun.

Agus menyebutkan, pangsa pasar keluarga PNS Purbalingga memiliki selera bervariatif. Ada jenis beras yang tidak ditanam petani Purbalingga sehingga permintaan PNS tidak dapat dikabulkan.

Dia menekankan, permasalahan yang mencolok adalah modal kerja Puspahastama yang masih tergantung pada dana pinjaman insidental sehingga tidak bisa mengadakan stok gabah secara optimal. Selain itu, karena belum memiliki kendaraan atau truk menyebabkan Puspahastama tidak efisien dan efektif dalam operasional di lapangan. (F10-92j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA