logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Januari 2005 BANYUMAS
Line

Komplotan Pencuri Kabel Telepon Diringkus

CILACAP - Empat anggota komplotan pencuri kawat telepon dan listrik yang selama ini beroperasi di Cilacap, Banyumas, dan Purwokerto dibekuk aparat Polsek Jeruklegi, Cilacap.

Mereka terdiri atas Irsan alias Kiwil (27), warga RT 4 RW 3, Desa Jeruklegi Kulon, Kecamatan Jeruklegi; Sugeng Rahayu (34) dan Slamet (34) keduanya warga RT 6 RW 6, Desa Jeruklegi Kulon, Kecamatan Jeruklegi; serta Sutardi (34) tinggal di RT 2 RW 2, Desa Lengkong, Kecamatan Cilacap Utara.

12 Kuintal

Kapolres AKBP Drs Prasta Wahyu Hidayat ketika dihubungi melalui Kapolsek Jeruklegi Iptu Sumarno, Kamis (27/1), mengemukakan, keempat tersangka kini ditahan untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti Isuzu Panther Hi-Grade warna merah T-718-DC, 12 gulung kabel listrik seberat 12 kuintal, satu buah gunting berukuran besar dan sedang, tang, pisau pemotong, besi magnet, dan tas untuk membawa peralatan tersebut.

Dia mengatakan, tertangkapnya komplotan itu bermula dari kecurigaan polisi terhadap pengendara Honda Supra Fit R-2920-EB. Sebab, motor itu sering terlihat mondar-mandir di jalur telepon dan listrik pada tengah malam.

''Kami lalu mengecek ke kantor Samsat Cilacap. Ternyata motor itu atas nama Irsan,'' ujarnya.

Beberapa polisi dipimpin Kanit Reskrim Polsek Jeruklegi Aiptu Bambang SP lalu menangkap Irsan. Sebab, tersangka sudah lama dicari (DPO) karena terlibat kasus pengeroyokan pada 2003. Laki-laki itu mengaku selama ini bersembunyi di Jakarta.

Irsan lalu diperiksa di Ruang Reskrim. Aiptu Suharna ketika memeriksa ulang terhadap Irsan dapat mengembangkan ke kasus lain. Saat itu, Irsan menyatakan pernah mencuri kawat telepon di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi dan di Lumbir. Aksi itu dilakukan bersama Sadir, Supeno, Sugeng, Slamet alias Mame, dan Gatot, semuanya warga Jeruklegi Kulon.

Pada malam harinya, Minggu (23/1) pukul 23.00, lima anggota dipimpin Aiptu Bambang SP menggerebek rumah para tersangka yang disebutkan Irsan.

Namun, mereka tidak ada di rumah. Menurut pengakuan keluarganya, mereka pergi ke Jakarta. Akan tetapi polisi mendapat informasi, pada siang hari para tersangka terlihat kumpul-kumpul di pangkalan ojek.

Polisi lalu nyanggong di sekitar pangkalan ojek. Sekitar pukul 03.00, ada mobil Isuzu Panther warna merah berhenti dan menurunkan empat orang. Mobil itu datang dari arah Kawunganten. Polisi lalu mendekati mobil tersebut.

Ketika didekati, mobil dan keempat orang yang baru turun langsung kabur. Polisi pun segera mengejar. Namun, keempat orang tadi lari masuk hutan dan menghilang. Di antara mereka ada yang membuang tas berisi peralatan.

Sementara itu, mobil Panther dihentikan di depan SMA Yos Sudarso Jeruklegi. Dua orang di mobil itu ditangkap, yaitu tersangka Sutardi (pengemudi) dan Sugeng. Polisi mendapatkan gulungan kabel listrik di mobil itu. ''Kami sampai sekarang masih mengejar tersangka lain yang belum tertangkap, yaitu Sadir, Gatot, Supeno, Do'is, dan Darsim.'' (ag-92j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA