SUARA MERDEKA
 
INDEKS INTERNASIONAL Kamis, 27 Januari 2005

TEHERAN - Presiden Mohammad Khatami menyebut AS sebagai ''negara paling berbahaya bagi perdamaian dunia''. Dia menyatakan hal itu Rabu kemarin, sebagai tanggapan atas komentar Wapres AS Dick Cheney yang mengatakan Iran berada di puncak daftar negara-negara bermasalah.

BAGDAD - Sebuah helikopter angkut militer AS jatuh di bagian barat Irak, Rabu kemarin, menewaskan 31 marinir Amerika, lapor televisi CNN. Para pejabat AS di Bagdad mengatakan, mereka belum dapat memberikan konfirmasi tentang jumlah korban tewas, namun mengakui terdapat banyak korban luka-luka.

WASHINGTON - Para penghuni tetap yang datang ke Australia 50.000 tahun lalu dan melakukan pembakaran yang menghanguskan flora dan fauna alam, mungkin telah menyebabkan perubahan cuaca besar-besaran.

ISLAMABAD - Pakistan telah menyerahkan kepada para pejabat Amerika seorang tokoh Al Qaedah yang diburu atas sangkaan terlibat pengeboman kedutaan-kedutaan besar AS pada 1998 di Afrika timur.

SAN CRISTOBAL DE LAS CASAS - Islam ternyata mampu mendapatkan simpati orang-orang Indian suku Tzotzil di Negara Bagian Chiapas, Meksiko.

HUNTSVILLE - Seorang pria Texas dieksekusi dengan suntikan mematikan, Selasa lalu, karena merampok dan membunuh lebih dari 20 tahun lalu. Pria tersebut merampok dan membunuh orang yang membawa uang 13 dolar (sekitar Rp 117.000) di dompetnya.

PALERMO - Polisi menggeledah rumah-rumah dan tempat persembunyian di sekitar ibu kota Sisilia, Selasa lalu. Mereka berhasil menangkap 46 Mafiosi yang mereka duga membentuk jaringan proteksi di sekitar bos top Cosa Nostra, Bernardo Provenzano, yang buron selama empat dasa warsa.

PARIS - Sebanyak 71 wartawan dan pekerja media lainnya tewas, terkait dengan kegiatan profesi mereka sepanjang tahun 2004. Dua puluh tiga di antara mereka menemui ajal selama bertugas di Irak, kata Asosiasi Koran Dunia (WAN), Selasa.

JERUSALEM - Para pejabat tinggi Israel dan Palestina mengakhiri pertemuan babak pertama mereka di Jerusalem, Rabu kemarin. Mereka sepakat berunding lagi pekan depan, untuk menyiapkan KTT Sharon-Abbas.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA