| Kamis, 27 Januari 2005 | SALA |
11 Rumah Roboh Disapu Angin RibutBOYOLALI -Sebelas rumah dilaporkan roboh dan rusak ringan, menyusul hujan lebat disertai angin ribut (kencang) di Desa Tawangsari, Kecamatan Taras dan Desa Glintang, Kecamatan Sambi, Boyolali, Selasa (25/1), sekitar pukul 16.00. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. ''Saat hujan lebat, saya dan ketiga anak berada di emperan rumah. Tiba-tiba atap rumah di bagian kamar roboh. Saya dan ketiga anak segera berlari karena ketakutan, dan memutuskan untuk masuk mushala yang tidak jauh dari rumah,'' kata Hartini, warga Desa Tawangsari, kemarin. Rumah yang dindingnya terbuat dari papan dan bambu itu, siang kemarin sudah diperbaiki. Atap maupun genting jauga mulai dipasang. Namun Hartini dan keluarganya mengaku masih khawatir menempati rumahnya, karena diperkirakan masih ada hujan lebat dan angin ribut susulan. ''Saya masih trauma atas kejadian itu,'' tambahnya. Sepuluh rumah lainnya yang dilaporkan roboh dan rusak ringan adalah milik Welas Karso Lawi (45), Darmo Suwito (57), Reso Suwito (47), Parjo Sumarto (60), Jumari (50), dan Harmanto (45), kesemuanya penduduk Dukuh/Desa Glintang, Kecamatan Sambi. Empat rumah lainnya adalah milik Slamet (40), Karso (65), Kromowireko (65), dan Sudiyem (40), kesemunya warga Desa Tawangsari, Kecamatan Teras. Selain itu, tiang listrik juga dilaporkan roboh tertimpa pohon. Juga kandang sapi milik Ahmadi (45), warga Dukuh/Desa Glintang, mengalami rusak berat. Hujan Es Kerusakan rumah yang tergolong parah, rata-rata dalam keadaan roboh dan rata dengan tanah. Rumah yang dilaporkan rata dengan tanah itu, dalam waktu satu hari belum bisa ditempati. Karena itu, untuk sementara pemilik rumah harus menginap di rumah tetangga. Adapun kerusakan ringan, dikatagorikan dalam bentuk sebagian gentingnya berserakan. Karena hanya ringan, maka dapat segera diperbaiki secara bergotong royong, dan siang kemarin sudah bisa ditempati lagi. Harto Wiyono (59), warga Desa Tawangsari mengatakan, hujan lebat dan angin ribut itu datangnya bersamaan. Bahkan pada awalnya disertai dengan hujan es, sehingga di atap rumah terdengar suara gaduh. Saat hujan lebat, sebagian warga berada di rumah. Warga tidak menduga, hujan lebat yang disertai angin ribut mampu merobohkan rumah. ''Saya waktu itu berada di dalam rumah, dan tiba-tiba mendengar suara pohon tumbang menimpa rumah tetangga,'' katanya. Camat Sambi, Agung Wahyu Harsono saat dihubungi mengatakan, bencana alam yang menimbulkan kerusakan rumah sudah dilaporkan kepada Bupati dan untuk sementara dilakukan gotong royong. Dalam waktu dekat, pemiliknya akan diberi bantuan untuk perbaikan rumah. Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Linmas) Boyolali, Gintaryo mengatakan, di daerah yang banyak tumbuh pepohonan biasanya rentan bencana alam. Karena itu, melalui perangkat desa pihaknya telah meminta agar memberi penyuluhan tentang bahaya angin ribut. Yang lebih penting lagi, agar cepat melaporkan kepada Pemkab bila terjadi bencana alam. ''Laporan yang cepat, akan memudahkan penanganan,'' kata dia. (shj-85a) |