logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 SALA
Line

Rendah, Produktivitas Kedelai Petani

SUKOHARJO- Pemerintah berupaya menaikkan produktivitas kedelai. Namun upaya tersebut menghadapi kendala, mengingat belum ada varietas yang berproduktivitas mencapai 4 ton/ha.

Hal itu dikemukakan Dirjen Bina Produksi Tanaman Pangan Departemen Pertanian Jafar Hapsah saat melakukan panen perdana kedelai di Desa Karanganyar, Weru kemarin. Upaya yang dilakukan belum berhasil secara maksimal, apalagi menghadapi serbuan kedelai impor. Produk kedelai asal Amerika Serikat membanjiri dalam negeri dengan harga subsidi sehingga lebih murah.

''Itulah sebab Koperasi Pengusaha Tahu Tempe Indonesia (Kopti) lebih senang mengimpor kedelai AS daripada bekerja sama dengan petani lokal. Rendahnya produktivitas kedelai juga dipengaruhi asal kedelai yang berasal dari daerah subtropis.,'' katanya.

Namun para petani yang berpendidikan rendah tidak memahami persoalan secara menyeluruh. Mereka hanya paham kondisi tanah yang mulai menurun tingkat kesuburannya. Misalnya, yang dikemukakan seorang petani, Wagiman (53) yang mengaku tingkat kesuburan tanah sudah menurun. Dia menduga hal itu disebabkan petani selalu memakai pupuk buaatan.

Dia mengungkapkan, untuk memproduksi pupuk hijau dibutuhkan tanaman orok- orok yang cukup banyak. Penanaman orok- orok sebagai bahan pupuk hijau membutuhkan lahan dan waktu minimal dua bulan. ''Kalau hal itu harus dilakukan petani jelas tidak mungkin. Bayangkan, daerah sini termasuk tadah hujan sehingga petani harus menyesuaikan masa tanam dengan turunnya hujan.''

Semangat

Wabup Mohamad Toha menjelaskan, kendala peningkatan produksi secara nasional turut memacu semangat petani kedelai di Sukoharjo. Apalagi setelah Dipertan turun tangan melakukan sosialisasi perbaikan teknologi budi daya yang dibarengi dengan perbaikan harga dari Rp 2.000 menjadi lebih dari Rp 4.000 / kg. Hal itu semakin memacu semangat petani untuk mengembangkan kedelai. (G10-85i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA