logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 SALA
Line

Mahasiswa Bisa Nilai Kinerja Dosen

KENTINGAN - Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, kini tidak semata-mata mendapatkan nilai dari dosennya, namun sebentar lagi juga dapat memberikan penilaian terhadap kinerja dan performance dosen yang mengajarnya.

"Sekarang, orientasi kami ingin menempatkan mahasiswa sebagai partner, bukan objek pembelajaran. Mahasiswa punya hak menilai kinerja dosen, sehingga dosen juga mendapat feedback mengenai kekurangannya dan keinginan mahasiswa," kata Pembantu Dekan I FH UNS, Moch Jamin SH MH, di sela-sela lokakarya Penyusunan Instrumen Evaluasi Proses Belajar Mengajar, di kampus setempat, kemarin.

Dia mengemukakan, setidaknya ada 23 variabel yang dinilai dalam model tersebut. Di antaranya performance dosen saat mengajar di kelas, aspek kesiapan mengajar dosen sejak awal, outline materi perkuliahan sejak awal, penggunaan metode untuk pengembangan materi, serta komunikasi dan frekuensi kehadiran dosen. Guna memperdalam instrumen-instrumen itu, maka digelar pembahasan dalam lokakarya. "Kemungkinan akhir semester, pada Juli 2005, pola tersebut akan diterapkan. Di fakultas-fakultas lain di UNS, memang sedang dimulai penerapan sistem itu," ungkapnya.

Selama ini, diakuinya ada satu-dua dosen yang punya komitmen untuk mengevaluasi diri dengan menerapkan model yang sudah berlangsung lama di Amerika tersebut. Namun sifat kegiatannya belum terprogram secara kontinyu. Karena itu, kini model tersebut akan dijadikan program secara kelembagaan. Setiap akhir semester, akan ada evaluasi kepada setiap dosen dari mahasiswa yang mengikuti kuliahnya.

Kuisioner

Ketua Panitia Lokakarya, Tuhana SH MSi menambahkan, penyusunan instrumen evaluasi proses belajar mengajar dimaksudkan untuk menilai seberapa jauh efektivitas pelaksanaan kegiatan itu dalam waktu tertentu.

Karena itu, yang dihadirkan untuk memberi paparan adalah Prof Dr Sri Jutmini MPd, anggota Lembaga Penelitian dan Guru Besar UNS serta dosen FH, Joko Perwono SH MS.

"Kegiatan evaluasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan yang profesional dan mandiri, sehingga mampu bersaing dalam berbagai kesempatan kerja," tuturnya.

Mengenai mekanismenya, Jamin menjabarkan, pada akhir semester pihaknya akan menyebarkan kuisioner kepada mahasiswa, berisi poin-poin yang harus dinilai. Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tertentu, harus menilai dosen yang mengajarnya.

"Setelah terkumpul, datanya diolah Tim Penjamin Mutu di fakultas yang bersangkutan. Hasilnya bisa digunakan berbagai pihak. Bagi pimpinan fakultas, misalnya, dapat dijadikan salah satu acuan penilaian DP3 (Daftar Penilaian Prestasi Pegawai-Red) setiap dosen," jelasnya.

Bagi dosen yang bersangkutan, hasil penilaian itu bisa digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan untuk perbaikan diri ke depan. Bahkan secara eksternal, menurutnya, BEM FH juga sudah berancang-ancang untuk menggunakan hasil itu guna memberikan penghargaaan kepada dosen yang dianggap paling berkualitas.(D11-80a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA