logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 SALA
Line

Petugas Ngampil Pusaka Tidak Akan Didadak

KERATON SURAKARTA - Para petugas yang akan ngampil atau menyandang dan mbuntar atau mengiring pusaka pada prosesi kirab menyambut 1 Sura, 9 Februari, tidak akan didadak atau ditunjuk secara mendadak pada H-1 atau pada hari H seperti era sebelumnya.

Sebab penunjukan akan dilakukan jauh-jauh hari, termasuk menunjuk figur yang memiliki gelar kepangkatan yang sesuai dengan kelas pusaka.

"Jadi, para petugas tidak ditunjuk mendadak atau serba dadakan. Semua bisa dipersiapkan dan hasilnya diharapkan lebih baik dari yang serba grobyakan seperti masa lalu," tegas Pengageng Museum dan Pariwisata GPH Puger, selaku Koordinator Bidang Tatacara dan Upacara Panitia Peringatan 1 Sura, kemarin.

Diakuinya, pada era sebelum SISKS Paku Buwono XIII, hampir setiap pelaksanaan prosesi kirab peringatan 1 Sura, seolah-olah semuanya serba mendadak dan tidak diperhitungkan secara teknis. Padahal, yang menyangkut teknis pelaksanaan, jelas bisa dipersiapkan dengan baik.

Artinya, lanjut dia, yang menyangkut figur orang, tinggal mengiventarisasi kebutuhan, personel, atau petugas yang ada. Mereka lalu diberi tanggung jawab atau didhawuh jauh sebelumnya. Adapun perlengkapan juga bisa dipersiapkan jauh-jauh hari. Sebab sebagian besar materi barang tersimpan di Keraton.

"Jadi, kalau dulu ada alasan segalanya serba dadakan atas nama misteri 1 Sura, kok rasanya itu berlebihan dan justru menyesatkan orang banyak. Hampir semuanya tampak dan sederhana untuk melaksanakan dan mengaturnya. Sebab peristiwa ini sudah berjalan puluhan, bahkan ratusan kali. Bentuk-bentuk penyesatan seperti ini yang seharusnya mulai dihilangkan," tambah sedherek dalem yang juga dipercaya mengelola Sasana Pustaka atau perpustakaan Keraton itu.

Sebab demi kemajuan dan kelancaran serta citra Keraton, sejak 1 Sura tahun ini pelaksanaan prosesi kirab dipersiapkan jauh-jauh hari. Begitu dibentuk panitia dan rapat pleno Senin lalu, dilanjutkan dengan kerja persiapan di tiap-tiap bidang, termasuk menginventarisasi figur sentana, abdi dalem dan kerabat lain. (won-92i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA