logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 PANTURA
Line

LP Maarif Bangun Kampus

KAJEN - Impian masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk memiliki perguruan tinggi (PT) sendiri akhirnya terwujud. Lembaga Pendidikan (LP) Maarif PCNU Kabupaten Pekalongan berencana membangun gedung PT berlantai tiga yang diperkirakan membutuhkan biaya Rp 2 miliar.

Peletakan batu pertama pendirian kampus kemarin dilakukan oleh Bupati Drs H Amat Antono. Ketua panitia pembangunan HM Sjafrudin Huna SIP MSi menandaskan, perguruan tinggi yang akan dibangun di atas tanah seluas 800 m2 itu perintisannya sejak 2001.

Pada 2003, LP Maarif sebenarnya sudah memulai membuka lembaga pendidikan, PGSD. Namun, perkuliahan masih dilakukan di kantor NU.

"Sampai saat ini, LP Maarif sudah memiliki 390 mahasiswa. Mereka selama ini mengikuti perkuliahan sementara di kantor NU. Karena kondisi yang tidak memungkinkan, diputuskan membangun gedung PT, sehingga dalam kegiatan pembelajaran akan berlangsung lebih baik," paparnya.

Walaupun proyek pembangunan baru dimulai, LP Maarif sudah menyediakan dana Rp 100 juta. Selain itu, juga terkumpul beberapa sumbangan, antara lain dari Bupati Pekalongan Drs H Amat Antono Rp 10 juta, Ketua DPRD Asip Kholbihi Rp 5 juta, dari Wakil Bupati Dra Hj Siti Qomariyah MA Rp 10 juta. Sementara itu, dari donatur lainnya terkumpul Rp 30 juta.

Bertahap

Mengingat keterbatasan dana, pembangunan kampus tempat perkuliahan akan dilanjutkan bertahap, mulai dari pembangunan lantai satu. Setelah difungsikan, baru akan dilanjutkan pembangunan lantai dua dan tiga.

Bupati mengatakan, masyarakat harus bersyukur. Sebab, langkah yang dilakukan NU untuk membangun PT sangat strategis dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. ''Selain itu, juga untuk menciptakan generasi yang sehat dan bermoral,'' tegasnya.

Bupati juga mengharapkan, jangan sampai sebuah lembaga pendidikan hari ini buka dan besoknya tutup. Dalam membentuk lembaga pendidikan seharusnya rasional dan cerdas dalam menentukan jurusan serta aplikatif.

Lebih lanjut Bupati berharap LP Maarif dalam menggaji dosen juga harus sesuai dengan beban tanggung jawabnya.

"Jadi, jangan sampai dosennya digaji Rp 60.000 atau Rp 100.000 sebulan. Kalau bisa ya digaji Rp 5 juta agar bisa meningkatkan semangat mengajar." (G16-90j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA