| Kamis, 27 Januari 2005 | PANTURA |
Biaya Service Cost Darah di PMI Segera Dinaikkan
PEKALONGAN - Biaya service cost darah di PMI Kota Pekalongan akan dinaikkan dari Rp 90.000 menjadi Rp 124.500 pada Januari ini. Namun, rencana itu sampai kini belum bisa direalisasi karena peralatan yang baru untuk pemeriksaan dengan metode elissa belum didatangkan di Kota Pekalongan. ''Kalau sudah menggunakan metode baru dan alat baru yang lebih canggih, maka hasil pemeriksaan darahnya akan lebih teliti,'' kata Konsultan Darah dari Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan Lulut Lestari SPd. Kepada wartawan, Lulut menjelaskan, darah di PMI sebenarnya tidak diperjualbelikan. Hanya saja, pengguna darah akan dikenakan biaya service cost. Biaya ini digunakan untuk mengganti biaya penyimpanan dan tes darah. Darah dari pendonor, menurut Lulut, masih harus dites di laboratorium untuk mengetahui adanya virus atau tidak. Kalau mengandung virus, tentu akan dimusnahkan. Dengan demikian, ketika darah digunakan akan aman bagi yang memerlukan. Lebih Cepat dan Aman Dengan adanya alat baru dengan metode elissa, kata dia, hasil pemeriksaan darah akan lebih cepat dan aman. ''Pokoknya alat itu akan lebih sensitif terhadap virus dan bakteri lain di dalam darah. Hanya saja alatnya mahal, mencapai ratusan juta. Untuk itu, biaya service cost juga harus disesuaikan dari Rp 90.000 menjadi Rp 124.500.'' Sesuai ketetapan dari pemerintah provinsi, seharusnya dalam bulan Januari ini biaya service cost sudah mengalami kenaikan, namun untuk Kota Pekalongan sampai saat ini belum naik. Hal ini karena alat baru itu belum turun di Kota Pekalongan. "Kepastian kapan akan naik saya belum tahu, masih menunggu alatnya turun," kata Lulut. Menurut dia, untuk kebutuhan darah di Kota Pekalongan, menurut dia, setiap hari rata-rata 20 kantong darah, sehingga PMI senantiasa terus berupaya mencari pendonor-pendonor sukarela yang ingin menyumbangkan darah. Sumbangan darah itu sangat berarti bagi orang lain yang membutuhkan. Dia juga membantah adanya anggapan orang yang menyatakan darah di PMI kosong. Menurutnya, stok darah di PMI setiap hari selalu ada. Orang yang mengatakan darah di PMI habis berarti yang kosong adalah stok darah yang sesuai dengan golongan darah orang yang membutuhkan. "Misalkan yang kosong golongan darah A, maka yang kosong hanya golongan A saja, sedangkan golongan lainnya tetap tersedia,'' katanya. (A15-74) |