| Kamis, 27 Januari 2005 | PANTURA |
Saatnya Kawasan Pesisir Batang Dibangun TerpaduKAWASAN pantai secara umum merupakan area strategis dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Kabupaten Batang yang mempunyai pantai sepanjang lebih kurang 42 Km merupakan potensi sumber daya alam (SDA) untuk dikembangkan. Salah satunya adalah pelabuhan yang dapat dikembangkan menjadi pelabuhan niaga atau perikanan yang lebih besar. Di samping itu, juga mengoptimalkan objek wisata bahari ataupun hutan pantai. "Untuk itu perlu pemikiran bagaimana membangun kawasan pesisir. Terutama pengembangan kawasan pelabuhan secara terpadu tidak sepotong-sepotong seperti selama ini," ungkap pemerhati Tata Ruang dan Lingkungan Ir Ari Wibowo MTurb-des. Menurut usulan dia, banyak aspek yang perlu dipersiapkan Pemkab Batang sebagai pemegang kekuasaan, mulai penyiapan lahan untuk kawasan pelabuhan niaga di barat alur Kali Sambong. Untuk pelabuhan pendaratan ikan (PPI) sudah disediakan di timur. Letaknya menyatu dengan kawasan objek wisata bahari Pantai Ujungnegoro-Sigandu. "Yang perlu dipikirkan secara matang adalah akses jalan utama menuju ke pelabuhan. Ini menyangkut tata guna lahan, ruang terbuka atau taman, sirkulasi, area parkir sampai persoalan pelestarian lingkungan kawasan pantai." Dengan demikian, permasalahan membangun kawasan pelabuhan Batang tetap bertumpu pada persoalan jalan yang sudah ada menjadi inner ring road (jalan lingkar dalam) sisi utara kota. Dari timur mulai jalur pantura - Pasar Gorong - Depok - Jalan Muhammad Yamin -jalan menuju pantai Sigandu-Seturi - Jalan Yos Sudarso - Kramalan -Gaamer - masuk kembali ke jalur pantura. "Selain itu, juga dibangun dua fly over, yaitu antara Pasar Gorong dan Depok di timur dan Gamer lalu masuk jalan pantura di barat," katanya. Peningkatan jalan sisi utara menjadi inner ring road kota Batang sekarang ini sudah tidak bisa ditawar lagi. Pertimbangannya adalah keberadaan pelabuhan berikut rencana pengembanganya. Selain pertumbuhan ekonomi, semakin padatnya permukiman pada kawasan pantai akan menimbulkan permasalahn sosial. Selain itu perlu disesuaikan misi visi di bidang perikanan dan kelautan dan pertimbangan investasi daerah yang sudah ditanamkan pada kawasan pantai ataupun pelabuhan. Menurut Ari, jawabannya pasti tidak memadai dan tidak pula mendukung. Untuk itu, diperlukan jalan lingkar dalam sebagai akses utama menuju ke pelabuhan yang memungkinkan dilewati kendaraan angkutan berat ataupun peti kemas. Dia mengharapkan, dengan adanya pembangunan inner ring road itu percepatan pertumbuhan sosial ekonomi di kawasan pesisir kota Batang. Beberapa nelayan yang ditemui mendukung ide pembuatan jalan lingkar dalam kota itu. Sebab, akan mempercepat pertumbuhan pelabuhan tersebut. Para pengemudi truk yang biasa membawa ikan dari PPI Klidanglor menyebutkan, apabila pembangunan jalan itu sudah diwujudkan, kelak kawasan pesisir utara ini akan menjadi distrik ekonomi. (Arif Suryoto-90j) |