logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 PANTURA
Line

Pemkot Diminta Lakukan Pencegahan DB

  • DB Mulai Serang Sekitar Pekalongan

PEKALONGAN - Pada musim hujan sekarang sangat memungkinkan terjadi penyebaran penyakit demam berdarah (DB). Beberapa daerah di luar Pekalongan sudah terserang. Karena itu, untuk mengantisipasi mestinya Pemkot segera melakukan pencegahan.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Pekalongan Drs Jamaludin Apt, di rumahnya kemarin, berkaitan dengan munculnya penyakit DB di Kota Pekalongan.

Dia menjelaskan, sekarang DB sudah mulai menyerang di daerah luar kota di pantura. Itu wajar mengingat pada musim hujan sangat memungkinkan nyamuk Aedes aegypti berkembang. Karena itu, warga yang memiliki bak air dimohon untuk mengurasnya seminggu sekali. Itu harus dilakukan untuk mencegah perkembangan nyamuk Aedes aegypti yang siklus perkembangannya mencapai 10 hari.

"Yang sangat kami sayangkan, mengapa sampai kini Dinas Kesehatan belum terlihat aktif melakukan pencegahan dengan menyebarkan brosur pencegahan, termasuk memberikan penyuluhan keliling? Kami khawatir jika dibiarkan, DB akan menyerang Kota Pekalongan," katanya dengan mengatakan, kini ada beberapa warga yang menyampaikan informasi tentang munculnya penyakit DB di wilayahnya.

Gerakan PSN

Mestinya, gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan memberikan edaran kepada masyarakat segera dilakukan, antara lain berupa imbauan agar warga mengubur kaleng-kaleng bekas pada musim hujan ini supaya dapat mencegah perkembangan nyamuk Aedes aegypti dan melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) lainnya.

Mengenai fogging, kata Jamaludin, sebenarnya justru kurang efektif meski kegiatan itu juga diperlukan untuk daerah-daerah endemis. Sebab, kemampuannya hanya bisa bertahan tiga hari. Padahal, biayanya sangat mahal. Karena itu, yang terpenting saat ini adalah gerakan PSN.

"Jangan seperti akhir tahun lalu. Ketika sudah ada korban DB, baru pemerintah turun tangan. Bahkan, penyuluhan perlu dilakukan secara gencar dengan melibatkan para camat dan lurah serta RT/RW. Mumpung belum terlambat, mestinya PSN segera dilakukan," katanya.

Berkaitan dengan musim hujan, di Kota Pekalongan juga terdapat juru pemantau jentik di setiap kelurahan. Ini perlu ditingkatkan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan nyamuk penyebab penyakit DB itu. Kalau perkembangannya besar, pencegahan dan pemberantasan harus ditingkatkan.

Mengenai data penyakit DB, berdasarkan keterangan dari Dinas Kesehatan beberapa waktu lalu, pada 2004 (Januari - November) ditemukan 27 kasus. Dari sejumlah itu, dua di antaranya meninggal dunia. Pada 2003 ditemukan 56 kasus, sembilan di antaranya meninggal dunia. (A15-74n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA