logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 PANTURA
Line

Truk Angkutan Tebu Akan Dikenai Retribusi

PEMALANG - Para pengusaha atau pengemudi truk angkutan tebu yang melewati wilayah Kecamatan Comal kelak tidak bisa lewat sesuka hati. Sebab, sebentar lagi mereka akan dikenai retribusi setiap kali melewati jalan yang dipasang portal.

Pemasangan portal itu sampai saat ini belum mendapat respons karena memang belum dilaksanakan. Namun diperkirakan pada kali pertama sistem retribusi portal itu dilaksanakan akan mendapat keluhan. Namun selanjutnya masyarakat akan terbiasa.

Camat Comal Didiek S SIP mengungkapkan, untuk menghindari keluhan para pengemudi truk, pihaknya bersama pejabat Muspika lain akan mengadakan sosialisasi. Waktunya belum dipastikan karena bergantung pada Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda), kapan akan membuka portal.

"Kami tinggal menunggu Dipenda kapan akan diadakan sosialisasi. Yang jelas, kami sudah siap mengamankan," kata Didiek, kemarin.

Rencana pendirian portal itu sebenarnya sudah muncul cukup lama. Namun baru beberapa hari terakhir dilakukan persiapan. Di antaranya dengan diadakannya rapat bersama para pejabat Muspika dengan Dipenda dan dilanjutkan peninjauan lapangan.

Lintas Transportasi

Portal di Kecamatan Comal akan dibuka di Desa Tumbal dan Kauman. Dipilihnya daerah itu karena jalan setempat banyak dilalui truk pengangkut tebu ke pabrik gula dan mobil boks. Jalan Desa Tumbal cukup strategis karena selama ini berfungsi pula sebagai lintas transportasi antara Kabupaten Pekalongan dengan Pemalang.

Sementara itu, portal di Desa Kauman dipandang sangat strategis pula untuk menjaring kendaraan (truk) dari pantura yang masuk ke jalan tersebut. Namun kini ada kendalanya, yakni jalan setempat sangat sempit akibat banyaknya bangunan liar di pinggir jalan.

Bangunan liar itu menempati tanah bantaran sungai. Pihak kecamatan telah mendapatkan SK dari Bupati untuk menertibkan bangunan liar tersebut. Namun hal itu belum dilakukan. Sebab, pelaksanaannya akan disamakan dengan pembukaan portal.

Mengenai kualitas jalan tidak ada kesulitan. Sebab, jalan sudah beraspal hotmik sehingga kendaraan yang ditarik retribusi tidak merasa dirugikan. Uang retribusi juga bermanfaat untuk biaya pengelolaan jalan.

Seperti diberitakan (Suara Merdeka,26/1) Pemkab akan mengembangkan sistem penarikan retribusi kendaraan barang ke beberapa kecamatan dengan portal. Sistem itu dipandang sangat efektif dalam peningkatan pendapatan asli daerah. Sejumlah portal yang ada sudah mampu memberikan kontribusi dalam PAD Rp 700 juta lebih setiap tahun. (sf-90n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA