logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 PANTURA
Line

97 Ha Sawah Rusak Diterjang Banjir

  • Petani Sidakaton Gagal Panen Bawang Merah

SLAWI - Guyuran hujan dalam dua pekan terakhir di Kabupaten Tegal membuat areal persawahan terendam. Seperti di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, air hujan itu telah mengakibatkan tanaman bawang merah dan padi yang sebentar lagi akan dipanen rusak berat.

Akibatnya, sebagian besar petani di "Desa Warteg" - disebut demikian karena banyak warganya membuka usaha warung makanan masakan khas Tegal - tahun ini dipastikan gagal memetik keuntungan dari penanaman bawang merah dan padi.

Kondisi paling parah dialami petani yang menamam bawang merah di Blok Ketitet. Dari total 150 ha tanaman bawang merah yang siap panen, 60 ha di antaranya terendam air.

Lebih menyedihkan lagi, ketika hujan mengguyur, tanaman bawang merah itu banyak yang terbawa arus dan masuk ke saluran irigasi dan Sungai Kaligangsa. Tanaman yang tidak terbawa arus kondisinya rusak berat. Kalau toh tetap dipertahankan untuk dirawat hingga menjelang panen, kualitasnya menjadi jelek. "Susah kalau mengharapkan panen dengan hasil baik. Lebih baik panen sekarang. Hasilnya kan sama," tutur Darman (45), salah seorang petani desa tersebut.

Mendahului Panen

Langkah Darman mendahului panen itu juga banyak diikuti petani lain. Sebab, jika menunggu setengah bulan lagi, biaya pemeliharaan tanaman menjadi bertambah besar. "Saya jelas rugi besar," tutur dia sedih.

Dia yang memiliki sawah sekitar dua hektare itu kerugiannya diperkirakan mencapai 40 juta dengan perincian, satu hektare sawah menghasilkan Rp 20 juta. Jika dikurangi hasil penjualan bawang dengan kualitas rendah, tidak mungkin menutup kerugian yang diderita. Menurut dia, hasil penjualan bawangnya diperkirakan hanya bisa mencapai seperempat harga normalnya.

Selain petani bawang, puluhan petani yang menanam padi juga mengalami hal yang sama. Dari 60 ha sawah yang ditanami padi, 37 ha terendam air dan dipastikan tidak bisa menghasilkan padi dengan kualitas baik.

Menurut Kapala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perhutanan (Tanbunhut) Kabupaten Tegal Drs H Marzoeki Suryadijaya MM, berdasarkan laporan yang diterima, dari 216 ha sawah di Sidakaton, 97 ha terendam air.

Dari tanaman bawang merah 150 ha, yang terendam 60 ha, sedangkan tanaman padi, dari 60 ha, yang terendam air 37 ha. Sisanya hanya terendam sedikit dan kerusakan yang ditimbulkan tidak begitu parah.

Total kerugian akibat terendam air mencapai Rp 1,31 miliar. Perinciannya, bila satu hektare bawang merah harga tebasannya Rp 20 juta, total kerugiannya mencapai Rp 1,2 miliar. Tanaman padi seluas 37 ha dengan harga tebasan tiap hektare Rp 3 juta, maka kerugian yang diderita Rp 111 juta.

"Namun kalau masih ada bawang yang laku dijual, sekalipun dengan harga yang rendah, berarti kerugian bisa berkurang dari sebesar itu," tutur Marzoeki Suryadijaya. (D12-74n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA