| Kamis, 27 Januari 2005 | PANTURA |
Perampok Nasabah Bank Ditembak
TEGAL - Nandi Jasina Saputra (28), asal Lubuklinggau, Bengkulu, terpaksa dilumpuhkan kaki kirinya dengan timah panas oleh Tim Buser Satreskrim Polresta Tegal karena berupaya kabur ketika akan ditangkap di Jalan Kol Sugiyono Tegal. Dia diduga merupakan satu dari tiga pelaku perampokan - dua lainnya masih buron - dengan sasaran nasabah bank. Penangkapan tersangka berawal ketika polisi menerima pengaduan dari salah seorang nasabah bank, Yosmiharjo (54), warga Jalan Karangsari, Bulakamba, Brebes yang mengaku dirampok di Jalan Kol Sugiyono, Senin lalu (24/1). Ketika itu korban yang mengendarai mobil Kijang G-1876-KD baru saja ambil uang Rp 50 juta yang ditaruh dalam tas. Tersangka merampas tas tersebut ketika ban mobil kempis. Kapolresta AKBP Drs Effiantara Brata Mandala didampingi Kasat Reskrim AKP Indera Gunawan mengatakan, seusai menerima laporan korban, pihaknya langsung melakukan pengejaran. Dia menjelaskan, modus operandi yang dilakukan ketiga tersangka itu adalah mencoblos ban mobil dengan senjata tajam sembari mengendarai sepeda motor. Yang menarik, ketiga pelaku itu bekerja sama dalam pembagian tugas. "Dua orang menjadi informan, seorang lainnya menguntit dari belakang. Setelah sampai di tengah jalan, ban dikempisi lalu melakukan perampasan uang," katanya. Ternyata Residivis Berdasarkan data polisi, tersangka Nandi ternyata juga seorang residivis dan sudah empat tahun melakukan perampokan nasabah bank. Bahkan pada tahun 2000 lalu dia sempat ditahan Polres Kendal karena merampok seorang nasabah bank. Menurut pengakuannya kepada polisi, tersangka bersama dua temannya pernah menggasak empat nasabah bank di Kota Tegal dengan nilai Rp 235 juta. "Oleh karena itu, kami akan terus memburu dua temannya yang kini kabur di wilayah Bandung," kata Kasat Reskrim. Sementara itu, tersangka Nandi mengakui dirinya terlibat dalam kasus perampokan tersebut. Selama di Kota Tegal hasil dari tindak kejahatan itu dia bagi dengan pelaku lain. "Saya hanya dapat jatah Rp 5 juta, lainnya dibawa kabur teman saya," akunya kepada petugas pemeriksa. Hingga kemarin dia masih ditahan bersama barang bukti berupa sebuah sepeda motor D-6941-SH. (G12-42n) |